Pemeriksaan Rapid Test dan GeNose C19 Pindah ke Stasiun Malang Baru

    Daviq Umar Al Faruq - 16 Mei 2021 09:30 WIB
    Pemeriksaan Rapid Test dan GeNose C19 Pindah ke Stasiun Malang Baru
    Stasiun Malang Baru/Humas Daop 8 Surabaya. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq



    Malang: Stasiun Malang Baru yang berada di sisi timur Stasiun Malang telah beroperasi sejak Senin, 10 Mei 2021. Kini pelayanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 pindah ke Stasiun Malang Baru sisi timur.

    "Pelayanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 kami pindahkan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pelanggan, di mana Stasiun Malang Baru sisi timur ini melayani KA jarak jauh sehingga pelanggan dapat memenuhi persyaratan perjalanannya dengan mudah," kata Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Minggu, 16 Mei 2021.

     



    Baca: Menhub Tinjau Kesiapan Pelabuhan Gilimanuk Antisipasi Jumlah Penumpang

    Layanan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 di Stasiun Malang Baru sisi timur tersedia mulai pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB. Biayanya tetap sama yakni Rp85.000 untuk Rapid Test Antigen dan Rp30.000 untuk GeNose C19.

    "Kami imbau kepada pelanggan yang akan menggunakan layan Rapid Test Antigen dan Genose C19 agar melakukan pemeriksaan tidak mepet dengan jadwal keberangkatan keberangkatan kereta untuk menghindari keterlambatan," jelas Luqman.

    Petugas akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun. Jika ditemukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang tidak diizinkan untuk naik kereta api dan tiket akan dibatalkan.

    Sebagai informasi Stasiun Malang Baru oni, bisa menampung kapasitas penumpang sebanyak 2.450 orang. Stasiun Malang Baru mempunyai luas bangunan kurang lebih 3.480 m2, luasan parkiran mobil 1.860 m2 yang mampu menampung kurang lebih 68 mobil dan 4 unit bus. Luas parkir motor 489 m2 yang mampu menampung kurang lebih 194 motor.

    Sebelumnya, Stasiun Kereta Api Malang direvitalisasi atau ditata ulang sejak beberapa waktu lalu untuk mengundang lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang, Jawa Timur. Sebab Stasiun Malang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dosmetik dan mancanegara lantaran memiliki bangunan heritage atau cagar budaya.

    Desain pengembangan Stasiun Malang kali ini memiliki konsep yang terinspirasi dari bentuk Gunung Putri Tidur. Gunung itu sendiri berlokasi di antara Kabupaten Malang dan Kota Batu. Citra gunung tersebut diterapkan dalam bentuk desain bangunan Stasiun Malang.

    Lalu desain pengembangan Stasiun Malang ini menggunakan konsep sirkulasi pengkondisian udara yang memberikan sistem go green. Pengembangan Stasiun Malang terintegrasi dengan bangunan Stasiun Malang eksisting dan dibangun skybridge sebagai penghubung antara Stasiun Malang sisi timur dan sisi barat.

    Pengembangan Stasiun Malang ini akan dilakukan dalam dua tahap. Saat ini pengembangan yang masih dijalankan adalah tahap I yang berupa pembangunan Stasiun Malang sisi timur dan pembangunan skybridge.


     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id