Kebun Raya Bogor Bukan Tempat Rekreasi

    Media Indonesia.com - 29 September 2021 14:53 WIB
    <i>Kebun Raya Bogor Bukan Tempat Rekreasi</i>
    Ilustrasi--Warga berfoto dengan latar Istana Bogor saat berwisata ke Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. (Foto: MI/Ramdani)



    Bogor: Kepala Kebun Raya Bogor periode 1997-2003, Dedy Darnaedi, melontarkan kritik keras terhadap rencana wisata glow di Kebun Raya Bogor. Ia menegaskan kawasan Kebun Raya Bogor bukanlah tempat rekreasi.

    "Dengan muruah Kebun Raya yang kita bangun 200 tahun, Kebun Raya Bogor bukanlah tempat rekreasi. Jadi jangan sampai malam-malam dibuka. Untuk apa? Rekreasinya kan harusnya wisata alam. Harus environmental friendly, dong. Itu yang saya jaga," kata Dedi, Rabu, 29 September 2021.

     



    Ia mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya mengelola kebun raya bertahun-tahun, tidak pernah ada upaya untuk mempromosikan Kebun Raya Bogor sebagai tempat rekreasi. Dedi menegaskan bahwa Kebun Raya Bogor telah memiliki tempatnya sendiri di hati masyarakat.

    "Kebun Raya Bogor tidak pernah ada promosi. Dan itu adalah proses panjang membangun muruah dan membuat orang tahu bahwa Kebun Raya Bogor berbeda," tegas dia.

    Baca juga: Bangka Terapkan Wisata Vaksin

    Dedi memaparkan kebun raya memiliki lima fungsi penting, yaitu konservasi, penelitian, edukasi, wisata, dan jasa lingkungan. Dari kelima fungsi tersebut, yang wajib untuk dijalankan yakni fungsi konservasi, penelitian, dan jasa lingkungan.

    Sementara untuk edukasi dan wisata tidak wajib untuk dilakukan. Hal tersebut, kata dia, telah disepakati oleh seluruh kebun raya di tingkat global.

    "Karena ini adalah lembaga pemerintah, harus dikembangkan responsibility-nya. Bukan mengedepankan create funding-nya," cetus Dedi.

    "Enggak apa-apa dibuat bisnis. Tapi bisnis macam apa? Karena ini bukanlah green business, bukan scientific based, dan tidak environmental friendly. Masih banyak jalan sebelum pakai glow yang silau-silau itu," pungkas dia.

    Baca juga: Bima Arya Bentuk Tim Awasi Uji Coba PTM Kota Bogor

    Hal senada diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Harini Muntasib. Ia bahkan menyebut bahwa konsep wisata Glow Kebun Raya Bogor murahan. Pasalnya, ada muruah yang dimiliki Kebun Raya Bogor yang seharusnya bisa menciptakan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan harus mengusung konsep mass tourism.

    "Jadi kalaupun ada wisata, mestinya terkait dengan objek utama Kebun Raya Bogor. Karena Kebun Raya Bogor memuliki aset dan koleksi tumbuhan yang luar biasa," kata Harini.

    "Kita itu sudah kebiasaan untuk meniru. Kita harus mencari inovasi, bagaimana caranya supaya tetap lestari dan menghasilkan uang banyak," tutupnya.

    Wisata Glow Kebun Raya Bogor merujuk pada atraksi wisata malam menggunakan cahaya lampu warna-warni yang digagas pengelola Kebun Raya Bogor yakni PT Mitra Natura Raya (MNR). 

    Wali Kota Bogor Bima Arya sebelumnya juga mengkritik 'inovasi' tersebut. Pasalnya ia khawatir atraksi lampu-lampu glow itu mengganggu habitat dan ekosistem tumbuhan di Kebun Raya Bogor. (Atalya Puspa)

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id