comscore

Ganjil Genap Puncak, 40% Kendaraan Diminta Putar Balik

Media Indonesia.com - 04 September 2021 22:58 WIB
Ganjil Genap Puncak, 40% Kendaraan Diminta Putar Balik
Tidak terlihat antrian kendaraan di sepanjang Jalur Puncak-Cianjur, Jawa Barat, memasuki hari kedua penerapan ganjil genap, bahkan hingga sore tidak terlihat antrian kendaraan, Sabtu (4/9). ANTARA POTO. (Ahmad Fikri)
Bogor: Arus lalu lintas di hari kedua penerapan sistem ganjil genap (gage) kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu, 4 September 2021, masih tinggi.

Hingga Sabtu sore atau sekitar pukul 17.00 WIB, masih banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang hendak masuk atau naik ke Puncak, Cisarua.
Namun banyak kendaraan yang diputarbalikkan oleh petugas karena pelat nomornya tidak sesuai dengan jadwal yang berlaku yakni genap.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, di hari kedua, penerapan gage cukup efektif mengurangi mobilitas di kawasan Puncak karena sekitar 40% kendaraan gagal masuk atau diputar balikkan. Sedangkan 60% kendaraan berpelat genap lolos.

Selain gage juga diberlakukan penerapan aplikasi pedulilindungi di penyekatan awal bagi pengunjung yang hendak ke hotel, restoran, dan wisata konservasi.

Baca juga: 21 Warga Karawang Keracunan Makanan

“Ini baru hari kedua uji coba, kita akan laksanakan selama dua pekan setiap Jumat sampai Minggu. Kemarin masih sedikit, jadi tidak terlihat kemacetan dan terkendali karena baru hari pertama, sosialisasi juga barang kali belum signifikan sampai ke masyarakat," katanya, di Simpang Gadog, Bogor.

Ade menyebut 40% kendaraan yang diputar balikkan itu merupakan data dari sejumlah titik. Ada 5 titik penerapan ganjil genap yang alurnya ke Puncak.

Kelima titik itu yakni Pos penutupan Cibanon, check point Gate Tol Ciawi, Simpang Gadog, titik Rainbow Hills, dan penutupan Bendungan.

Menurut Bupati Ade, kebijakan gage dikeluarkannya sebagai upaya untuk menekan penyebaran covid-19 di kawasan Puncak.

Baca juga: Berebut Ikan Mabuk di Tulungagung Jatim

"Kebijakan ini kami lakukan semata-mata untuk menghindari klaster baru di Puncak. Ini masih sosialisasi dan uji coba kalau ada yang keberatan segara disampaikan kepada kami," ungkapnya.

Melalui uji coba ini, lanjutnya, ingin melihat sejauh mana efektifitas dari kebijakan penerapan ganjil genap ini. Ade menyebut, untuk saat ini belum bisa disimpulkan. Evaluasi apakah dilanjutkan setelah uji coba sudah berjalan selama dua pekan.

Jika sudah terlihat ada aktivitas yang berkurang dan masyarakat wilayah Puncak lebih kondusif, lanjutnya, uji coba akan dilanjutkan.

“Selama PPKM ini kita terapkan, tetapi ini belum bisa jadi permanen. Karena ini masih dalam kondisi PPKM, tujuannya menghindari klaster-klaster baru di wilayah Puncak, juga untuk menghindari banyaknya kerumunan orang. Minggu depan kita mulai lakukan penilaian efektif tidaknya," jelasnya.



Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id