APBD Kota Malang Dialihkan untuk Korona

    Daviq Umar Al Faruq - 26 Maret 2020 19:34 WIB
    APBD Kota Malang Dialihkan untuk Korona
    ilustrasi Medcom.id
    Malang: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan total anggaran sebesar Rp37,2 miliar untuk mencegah penyebaran virus korona covid-19. Dana tersebut diambil dari APBD Kota Malang.

    Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan pihaknya telah merumuskan beberapa langkah antisipasi terkait dampak yang mungkin terjadi akibat penyebaran virus korona.

    "Saya sudah minta kepada Pak Sekda untuk memangkas dan mengalihkan beberapa anggaran kegiatan, termasuk juga pemangkasan untuk perjalanan dinas agar dipergunakan dalam penanganan covid 19, khususnya untuk melindungi warga yang terdampak secara langsung," kata Sutiaji di Malang, Kamis, 26 Maret 2020.

    Baca: Korona Bikin Penunggak Pajak di Jatim Bebas Denda

    Sutiaji menjelaskan pihaknya langsung mengambil langkah setelah salah satu warganya kembali dinyatakan positif terjangkit covid-19, per Rabu 25 Maret 2020. Sebelumnya orang tersebut merupakan pasien dalam pengawasan (PDP).

    "Secara khusus pasien dimaksud merupakan pasien yang memang posisi sudah dalam pengawasan, dan baru keluar hasil laboratoriumnya yang menegaskan positif. Disisi lain angka PDP yang dalam proses perawatan dan menunggu hasil lab juga bertambah. Pun demikian angka ODP (Orang Dalam Pantauan) juga meningkat dari hari ke hari," jelas Sutiaji.

    Sutiaji meminta masyarakat meningkatkan kesadaran terkait pencegahan penyebaran virus korona. Masyarakat pun diminta untuk tetap mengikuti imbauan pemerintah baik daerah maupun pusat.

    "Karena untuk memutus mata rantai sebaran korona ini ya menghindari kontak secara langsung, melakukan social distancing, melakukan pekerjaan atau aktifitas di rumah, dan untuk sementara waktu diupayakan tidak bepergian ke luar kota bila memang tidak urgent," pungkas Sutiaji.

    Sejauh ini ada tiga orang yang telah dinyatakan positif covid-19 di Kota Malang. Rinciannya satu orang masih dirawat di RSSA, satu orang telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan, dan satu orang meninggal pada 14 Maret 2020.

    Sementara itu, data jumlah orang dalam pantauan (ODP) di Kota Malang berjumlah 119 orang. Tediri dari 71 warga Kota Malang dan 48 lainnya merupakan tenaga medis yang bekerja di rumah sakit rujukan.

    Sedangkan, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah delapan orang. Sebanyak 4 orang dirawat di RS Lavalette, 3 orang dirawat di RS Mardi Waluyo, dan satu orang menjalani perawatan di RSUD Kota Malang.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id