Pemkab Malang Akan Tahan KTP Warga Tak Pakai Masker

    Daviq Umar Al Faruq - 25 Juni 2020 12:39 WIB
    Pemkab Malang Akan Tahan KTP Warga Tak Pakai Masker
    Bupati Malang, M Sanusi, saat berkunjung ke Kecamatan Ngajum dan Wonosari Rabu, 24 Juni 2020. Dokumentasi/ Pemkab Malang.
    Malang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Satpol PP bersama TNI-Polri bakal menggelar razia masker di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bagi masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker, maka KTP-nya akan ditahan.

    Bupati Malang, M Sanusi, mengatakan langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan edukasi terkait penyebaran covid-19. Sehingga masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan antara lain wajib pakai masker, sering cuci tangan, dan jaga jarak.

    "Semoga masyarakat tidak sampai terkena covid-19, selain itu juga jarak dan cuci tangan. Jangan sampai lengah dengan wabah ini. Harus tetap berhati-hati. Ke mana pun harus pakai masker," kata Sanusi, Kamis, 25 Juni 2020.

    Baca: Jokowi Sentil Perseteruan Risma-Khofifah Tangani Covid-19

    KTP warga yang tidak mengenakan masker bakal ditahan di kantor kecamatan. KTP tersebut baru bisa diambil jika pemiliknya datang dengan mengenakan masker. Jika tidak, maka KTP tersebut tidak dikembalikan. Operasi pendisiplinan ini mulai berlaku sejak Rabu, 24 Juni 2020.

    "Virus korona ini bisa menular jika orang ini tidak menerapkan protokol kesehatan. Maka dalam upaya edukasi ini, Satpol PP bersama jajaran TNI-Polri menerapkan operasi pendisiplinan pemakaian masker kepada masyarakat. Sejauhmana efektifnya, akan kita lihat dan pantau perkembangannya," jelasnya.

    Sebelumnya jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten Malang meningkat secara masif. Kini jumlah pasien positif covid-19 di Kabupaten Malang sejumlah 190 orang, di antaranya 57 orang sembuh, 115 orang dirawat dan 18 orang meninggal.

    Sanusi menilai penambahan masif jumlah pasien positif covid-19 ini karena warga Kabupaten Malang tersebar di beberapa daerah. Contohnya anak buah kapal (ABK) yang sepulang dari kerja di Surabaya datang ke Ngajum, Kabupaten Malang, dan kemudian dinyatakan positif.

    "Begitu juga, ada perawat dan dokter yang penduduknya dari Kabupaten Malang kemudian dinyatakan positif," ungkapnya.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id