Sejak 40 Tahun Lalu, Ribuan Warga di Pandeglang Menyeberang dengan Rakit

    M Suheni - 08 Agustus 2015 17:12 WIB
    Sejak 40 Tahun Lalu, Ribuan Warga di Pandeglang Menyeberang dengan Rakit
    Anak sekolah menggunakan rakit untuk menyeberang, Metrotvnews.com/ Suheni
    medcom.id, Pandeglang: Warga tiga kecamatan di Pandeglang, Banten, harus menggunakan alat transportasi sejenis rakit, atau disebut eretan oleh penduduk setempat, untuk menyeberang ke pusat kota. Mereka mengaku kondisi itu sudah terjadi sejak 40 tahun lalu namun Pemerintah Kabupaten Pandeglang seolah tutup mata.

    Ajit, seorang warga, mengaku pemandangan itu sudah biasa di kampungnya. Setiap hari, kata Ajit, ratusan orang menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Ciliman selebar lima meter itu.

    "Orang-orang melintas dari pagi sampai malam," kata Ajit yang sehari-hari berjualan di warung miliknya di Desa Sukaresmi kepada Metrotvnews.com, Sabtu (8/8/2015).

    Sejak 40 Tahun Lalu, Ribuan Warga di Pandeglang Menyeberang dengan Rakit
    Saat menyeberang, pesepeda motor wajib membayar tarif Rp2.000. Sementara pejalan kaki membayar dengan seikhlasnya.

    Ajit mengakui kondisi itu membahayakan. Tak sedikit sepeda motor yang jatuh ke sungai lantaran rakit tidak seimbang.

    "Apalagi saat musim penghujan, arus sungai cukup kencang. Sungainya pun sedalam kurang lebih lima meter," tutur Ajit.

    Ajit mengaku Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi tak pernah memantau lokasi tersebut. Padahal jarak lokasi ke pusat kota hanya kurang lebih 4 kilometer. Anak-anak di desanya pun banyak yang bersekolah di pusat kota dan harus menggunakan rakit untuk menyeberang.

    "(Erwan Kurtubi) Pernah datang (ke Desa Sukaresmi) dulu saat kampanye tapi tidak melewati jalur ini (penyeberangan). Setelah duduk jadi Bupati, tidak pernah datang lagi," tutur Ajit.

    Hal senada pun disampaikan Supriadi, warga Desa Sukaresmi. Ia pun berharap pemerintah daerah maupun provinsi memberikan perhatian pada kebutuhan penyeberangan di desanya. Apalagi, sebanyak 3.000 kepala keluarga menggantungkan harapan pada penyeberangan yang lebih baik.

    "Mohon pemerintah segera membangun jembatan beton yang permanen. Sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat," kata Supriadi.

    (RRN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id