Dua Kabupaten di Papua Terendam Banjir Hingga 200 Cm

    Lukman Diah Sari - 14 September 2021 19:48 WIB
    Dua Kabupaten di Papua Terendam Banjir Hingga 200 Cm
    Kondisi banjir yang menggenangi di Kabupaten Nabire, Papua pada Selasa (14/9). Sumber Foto: BPBD Kab Nabire



    Jakarta: Hujan dengan intensitas tinggi di Provinsi Papua memicu banjir di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Nabire. Selain hujan, meluapnya Sungai Mantembu, Kali Dingin, Kali Wanggar dan Kali Yaro juga jadi pemicu banjir, pada Selasa, 14 September 2021, pukul 06.00 WIT.

    "Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Yapen menyebut terdapat dua distrik yang terdampak," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, melalui keterangan pers.

     



    Distrik yang terdampak banjir yakni di Kp Imandoa, Kp Manaini, Kp Rawa Gang 1, Kp Cina Tua di Kelurahan Serui Kota dan Kp Bawai di Kelurahan Tarau, Distrik Yapen Selatan dan Distrik Anotaurei. Selain banjir, peristiwa ini juga mengakibatkan dua unit rumah longsor di Kp Imandoa.

    Pusdalops BPBD Kabupaten Nabire medy Tonapa menyebuut, sebanyak 1.050 KK di Distrik Yaro yakni Yaro 1 (Jaya Mukti) dan Yaro 2 (Makmur) terdampak banjir. Dia membeberkan, Yaro 1 (Jaya Mukti) sebanyak 250 kk terdampak, sedangkan Yaro 2 (Makmur) sebanyak 250 kk terdampak.

    Baca: BMKG: Potensi Banjir dan Longsor Mengintai Jakarta, Banten, Jabar, Jatim

    Dia menyebut, ketinggian muka air saat ini berkisar antara 40 - 200 sentimeter. Dengan kondisi ini, menyebabkan akses jembatan menuju Desa Parauto, Kabupaten Nabire terputus.

    Medy menambahkan, pihaknya sudah mengerahkan perahu karet untuk melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait penanganan bencana banjir. Pasalnya sejumlah akses jalan terputus.

    "Karena akses jembatan putus, kami berusaha menyeberang dengan peralatan perahu karet," jelasnya.

    Saat ini, kondisi cuaca terkini dilapangan berawan mendung. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan informasi mengenai prakiraan musim hujan untuk Wilayah Papua diprediksi terjadi pada bulan September hingga November.

    BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id