1,5 Juta Warga Jatim Masuk Daftar Tunggu Haji

    Amaluddin - 04 Juni 2021 13:51 WIB
    1,5 Juta Warga Jatim Masuk Daftar Tunggu Haji
    ilustrasi



    Surabaya: Daftar tunggu keberangkatan calon haji di Jawa Timur kian panjang hingga 31 tahun. Ini salah satu dampak ditundanya pemberangkatan ibadah haji tahun 2021 oleh Kementerian Agama (Kemenag) guna mencegah penularan covid-19.

    "Jadi, apabila ada orang yang mendaftar tahun ini, maka daftar tunggunya sampai 31 tahun. Daftar sekarang berangkatnya 31 tahun kemudian," kata Plt Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, M. Nurul Huda, dikonfirmasi, Jumat, 4 Juni 2021.

     



    Menurut Huda, lamanya masa tunggu bagi calon haji itu, karena semakin banyaknya masyarakat yang mendaftar haji. Saat ini, kata Huda, ada sekitar 1,5 juta calon haji di Jatim telah masuk daftar tunggu. 

    "Sementara yang baru mendaftar sudah mencapai 80.000 orang per tahun. Jadi, waiting list atau masa tunggu calon jemaah haji di Jatim selama 31 tahun," ujarnya. 

    Baca: Khofifah: Daftar Tunggu Haji di Jatim Mencapai 31 Tahun

    Huda mengaku dirinya tidak bisa berbuat banyak terkait penundaan ibadah haji 2021 ini. Sebab, keputusan tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat.

    "Sementara kami hanya penerima dan pelaksana regulasi saja," katanya. 

    Menurut Huda, keputusan pemerintah itu telah dipertimbangkan secara detail, dengan menghadirkan seluruh komponen yang ada. Pertimbangannya menjaga kesehatan, mengingat masih masa pandemi covid-19. 

    "Menjaga kesehatan menjaga diri adalah yang terpenting. maka dari itu kami Kanwil Kemenag Jatim menerima dan mengamankan setiap apa yang sudah diputuskan pemerintah Kemenag," kata Huda. 

    Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, mengumumkan bahwa pelaksanaan haji 2021 dibatalkan. Hal itu tercantum dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Haji 1442 Hijriah/ 2021 masehi.

    Kebijakan tersebut diambil setelah menerima informasi dari Kerajaan Arab Saudi. Selain itu pihaknya telah berkomunikasi dengan ulama, Komisi VIII DPR RI, penyelenggara Haji dan lainnya. "Menetapkan pembatalan penyelenggaraan Haji 1442 Hijriah/2021 Masehi," ujar Yaqut melalui siaran YouTube Kementerian Agama, Kamis, 3 Juni 2021.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id