Angka Pengangguran di Temanggung Naik Dua Kali Lipat

    Media Indonesia.com - 30 Maret 2021 09:41 WIB
    Angka Pengangguran di Temanggung Naik Dua Kali Lipat
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)



    Temanggung: Angka pengangguran di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu sekitar setahun. Hal ini lantaran banyak perusahaan yang tutup dan berhenti beroperasi sebagai imbas dari pandemi covid-19.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Temanggung, Agus Sarwono, mengatakan, penambahan angka pengangguran juga dipicu bertambahnya angkatan kerja. Padahal peluang kerja yang ada amat terbatas.






    "Jumlah pengangguran bertambah iya. Di samping ada perusahaan besar dan kecil tutup, angkatan kerja bertambah sedangkan peluang kerja sangat terbatas," ujar Agus Sarwono, Selasa, 30 Maret 2021.

    Agus menyebutkan, jumlah perusahaan yang tutup dan berhenti beroperasi di Temanggung saat ini sudah mencapai 60 unit perusahaan. Kondisi ini menyebabkan jumlah penggangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan yang dirumahkan mencapai angka 6.191 orang pada akhir  2020.

    Baca juga: Stok dan Harga Bahan Pokok di Jabar Stabil jelang Ramadan

    Data per akhir Maret 2021, jumlah pengangguran telah bertambah sekitar dua kali lipat, yakni mencapai 13.610 orang. Di antara banyak perusahaan yang merumahkan tenaga kerjanya ada dari sektor perkayuan.

    "Kalau dari hasil koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin tidak bisa menyebutkan jumlah, cuma persentase. Yakni angka pengangguran 2019 sebanyak 2,99 persen, lalu pada 2020 meningkat jadi 3,85 persen," kata Agus.

    Mengatasi situasi ini, terhadap perusahaan yang sudah mulai berjalan, Agus meminta agar memprioritaskan warga Temanggung untuk bisa diterima bekerja. Ia juga menyarankan tenaga kerja untuk ikut mendaftar kartu prakerja.

    Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Buruh Kehutanan Perkayuan dan Pertanian Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB HUKATAN SBSI) Kabupaten Temanggung, Wahyudi, menambahkan, belakangan sektor perkayuan sudah mulai menggeliat lagi. Hanya saja masih ada buruh yang dirumahkan, seperti dari PT Duta Sumpit Indonesia.

    "Sudah mulai menggeliat untuk sektor kayu lapis, sudah mulai banyak order. Tapi yang dirumahkan masih ada dari PT Duta Sumpit Indonesia di daerah Pringsurat," kata Wahyudi. (Tosiani)

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id