Volume Magma Gunung Merapi Disebut Melebihi Erupsi 2006

    Ahmad Mustaqim - 10 November 2020 21:54 WIB
    Volume Magma Gunung Merapi Disebut Melebihi Erupsi 2006
    Ilustrasi--Gunung Merapi (Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah)
    Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan volume magma di puncak Gunung Merapi terus bertembah sejak berstatus siaga pada 5 November 2020. Voluma magma saat ini disebut telah melebihi volume saat erupsi 2006 silam.

    "Menurut data-data yang ada itu (volume magma) sudah melebihi tahun 2006. Artinya, kemungkinan volume kubah lava ini adalah akan lebih besar dari tahun 2006," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, di Pengungsian Merapi Balai Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Selasa, 10 November 2020.

    Baca: Dua Kebupaten di Sulsel  Mulai KBM Tatap Muka

    Data laporan pemantauan BPPTKG pada 9 November, terdengar dua kali guguran di pos Babadan dan Turgo. Kegempaan yang terjadi di antaranya gempa guguran 35 kali, gempa vulkanik dalam 42 kali, gempa hembusan 41 kali, dan gempa fase banyak 363 kali. Sementara, pantauan deformasi terjadi 12 sentimeter per hari.  

    Tak tercantum berapa volume magma saat ini. Menurut Hanik, perkembangan magma ke permukaan puncak berjalab lambat. Ia memperkirakan, lambatnya magma ke permukaan karena minimnya dorongan gas dari perut magma itu.

    "Ini menunjukkan bahwa kenapa sampai saat ini masih pelan-pelan jalannya. Ini karena magma ini miskin gas," ujarnya.

    Hanik menyatakan, kondisi Gunung Merapi yang seperti ini akan membuat dampak erupsi eksplosif tak sebesar 2010. Meskipun, situasi ke depan belum bisa dipastikan sepenuhnya.

    "Kalau ada eksplosif tidak sebesar 2010.Itu berdasarkan data-data yang ada sampai saat ini," ujar Hanik.

    Hanik menuturkan, titik bahaya saat erupsi diperkirakan di kawazan Kali Gendol. Titik bukaan kawah berada di arah kali tersebut. Namun, kata dia, potensi titik bahaya luncuran awan panas juga bisa terjadi di bagian barat.

    "Soal kecepatan (luncuran awan panas) saat erupsi bisa dihitung dari (volume) kubah lava. Akan kita perbarui lagi rekomendasi yang kita sampaikan saat ini," ujarnya

    Sampai saat ini imbauan batas aman aktivitas warga di lereng Gunung Merapi di luar radius lima kilometer. Warga di dalam radius tersebut berangsur dievakuasi.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id