comscore

Puluhan Sumur Warga Pekalongan Tercemar Limbah

Media Indonesia.com - 06 Maret 2022 12:01 WIB
Puluhan Sumur Warga Pekalongan Tercemar Limbah
Ilustrasi--Kondisi Kali Cilemahabang di Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).
Pekalongan: Puluhan sumur warga di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, airnya berwarna hitam pekat, diduga tercemar dari saluran limbah yang tidak masuk ke dalam instalasi pengolahan limbah (IPAL) karena masih dalam perbaikan.

Warga Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan terjadinya pencemaran terhadap puluhan sumur mereka, sejak beberapa waktu lalu tidak dapat dipergunakan karena air berwarna hitam pekat dan beragama tidak sedap.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa mencari air dari wilayah lain atau sumur warga yang masih bersih, terjadinya perubahan air sumur warga tersebut diduga karena adanya pencemaran setelah ada perbaikan IPAL industri batik rumahnya yang sejak beberapa bulan berlangsung.

"Kita terpaksa mencari air bersih untuk kebutuhan rumah tangga ke wilayah lain, karena sumur kami tidak dapat dipergunakan dengan kondisi air berwarna hitam dan berbau kurang sedap," ujar seorang warga.

Baca juga: Dua Warga Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Kota Manado

Lurah Simbang Kulon Maladi mengatakan penyebab air sumur warga berwarna hitam karena tercemar dari saluran limbah yang belum tersambung dengan IPAL, sehingga diminta agar masalah ini segera dapat dicarikan jalan keluar agar tidak mencemari semakin parah.

"Saluran limbah itu masih dalam perbaikan di dua lokasi," imbuhnya.

Sekretaris Daerah Pekalongan Yulian Akbar secara terpisah mengatakan proyek tersebut dilaksanakan pusat merupakan program kota tanpa kumuh yang masih berjalan 70-80 persen, dengan munculnya persoalan maka segera dicarikan jalan penyelesaian yakni percepatan pertambangan ke IPAL.

"Kita segera koordinasikan, sehingga tidak ada lagi sumur warga tercemar limbah industri batik rumahan di wilayah itu," ujar Yulian Akbar.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id