Bupati Demak Larang Aktivitas Bertamu saat Maghrib-Isya

    Rhobi Shani - 09 Januari 2020 12:40 WIB
    Bupati Demak Larang Aktivitas Bertamu saat Maghrib-Isya
    Masjid Agung Demak, Jawa Tengah.
    Demak: Bupati Demak mengeluarkan surat edaran (SE) larangan bertamu pada menjelang magrib hingga usai isya. Surat tersebut bernomor 450/1 tahun 2020. Kepala Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Agung Hadiyanto, membenarkan surat edaran yang kini viral itu.

    “Iya benar. Jadi surat itu sebetulnya menindaklanjuti, mengingatkan kembali apa yang sudah disampaikan Pak Bupati tahun 2016, yaitu jam belajar dan mengaji bagi anak-anak setelah magrib sampai isya,” ujar Agung kepada Medcom.id, Kamis, 9 Januari 2020.

    Agung menyampaikan, jika dibaca secara utuh surat tersebut berisikan imbauan bagi masyarakat Kota Wali. Yaitu, orang tua diimbau untuk mendampingi anak belajar atau mengaji usai magrib hingga isya. Tujuannya agar orang tua memberikan waktu yang berkualitas terhadap anak pada jam tersebut.

    “Karena dulu, 2016, Pak Bupati prihatin banyak anak-anak di jam tersebut yang main HP (telepon genggam), di luar rumah. Jadi surat itu sebetulnya untuk mengingatkan kembali,” kata Agung.

    Terbitnya surat itu juga didukung masyarakat. Di sejumlah musala dan lingkungan Rukun Tetangga (RT), juga ditempel imbaun belajar dan mengaji usai magrib hingga isya. Serta imbauan mematikan televisi pada waktu jam belajar dan mengaji.

    “Pro kontra pasti ada. Tapi kalau ada orang yang bertamu ya, tetap diterima tidak diusir. Namanya juga bertamu,” ungkap Agung.

    Bupati Demak Larang Aktivitas Bertamu saat Maghrib-Isya

    Surat tertanggal, 2 Januari 2020, itu diterbitkan untuk mewujudkan gerakan “Magrib Matikan TV AyoMengaji”. Surat tersebut mengimbau kepala daerah, camat, dan kepala desa, hingga seluruh anggota aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan di lingkungan BUMN/ BUMD di wilyah Demak.

    Imbauannya, tidak menerima tamu atau bertamu mulai pukul 17.00 hingga pukul 19.00 WIB. Kemudian tidak melakukan perayaan di tempat-tempat publik. Imbauan itu dikecualikan untuk besuk orang sakit, takziah, dan acara pernikahan, khitan, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya.






    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id