60 Kg Sabu di Medan Berasal dari Malaysia

    Lukman Diah Sari - 11 Desember 2019 13:23 WIB
    60 Kg Sabu di Medan Berasal dari Malaysia
    Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari (tengah) saat merilis 60 kg sabu di Medan, (11/12). Foto: Dok BNN
    Medan: Bandar narkotika jenis sabu di Medan, Sumatra Utara,  ZUL, ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN), pada Selasa, 10 Desember 2019. Sebanyak 50 bungkus sabu atau sekira 60 kilogram disita petugas. 

    "Sabu berasal dari Malaysia dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal kayu dan serah terima di laut," ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, di Medan, Rabu, 11 Desember 2019. 

    Dia menuturkan puluhan kilogram sabu itu mulanya diterima oleh sindikat narkoba lokal. Kemudian barang haram itu dibawa ke Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara. 

    "Selanjutnya dikirim ke Medan untuk disimpan dan dikemas ulang ZUL yang berperan sebagai gudang, transporter, kurir, dan penjual eceran," jelasnya.

    Jenderal bintang dua itu menerangkan, tersangka menerima pesanan sabu untuk partai besar dan kecil. ZUL juga menjual sabu secara eceran ke masyarakat. 

    "Uang Rp60 juta dengan pecahan kecil yang ditemukan adalah hasil narkoba yang dijual secara ecer di kampung-kampung  ke anak muda," bebernya. 

    Tersangka menyamarkan kegiatan haramnya dengan menggunakan becak motor (betor). ZUL mengantarkan sabu ke pelanggan  yang disimpan di sisi kiri betor. 

    "Seolah-olah ini untuk belanja ke pasar," katanya. 

    Dia meminta masyarakat dan pejabat daerah turut serta melindungi diri dari bahaya narkoba. Lantaran, kata dia, Sumut adalah daerah nomor dua tertinggi pengguna narkoba di Indonesia. 

    "Saya berharap ada kepedulian untuk membentengi masyarakat Sumut, jangan cuma (penanganan) pungli dan korupsi yang ditingkatkan," jelasnya. 

    ZUL ditangkap petugas BNN pada Selasa, 10 Desember 2019, di rumahnya di  Jalan Pertiwi, Mandala, Medan, Sumatra Utara. Puluhan kilogram sabu disita dari koper, tas, dan kardus di rumah tersangka. 

    Bukti sabu ditemukan di tas, koper, dan kardus yang disembunyikan di tiga almari di dua rumah. Selain itu, uang pecahan kecil mulai Rp5.000 hingga Rp100 ribu dengan total Rp60 juta disita dari rumah ZUL. 



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id