RSHS Bandung Rawat Dua Pasien Terduga Virus Korona

    Roni Kurniawan - 27 Januari 2020 11:04 WIB
    RSHS Bandung Rawat Dua Pasien Terduga Virus Korona
    Suasa jumpa pers terkait virus corona di RSHS Bandung.
    Bandung: Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengisolasi dua pasien yang diduga mengalami gejala virus korona. Kedua pasien tersebut hingga kini masih dalam observasi tim dokter infeksi khusus.

    Direktur Utama RSHS Bandung, Nina Susana Dewi mengatakan, dua pasien yang sedang ditangani merupakan rujukan dari rumah sakit Kawaluyaan dan Borromeus Bandung. Kedua pasien kini sedang diobservasi di ruang isolasi infeksi khusus, salah satu pasien merupakan warga negara Tiongkok.

    “Pasien pertama ini pria WN Tiongkok HG, 35 bekerja di Bandung rujukan dari RS Cahya Kawaluyaan dan satunya lagi HA, 24, WNI, warga Dago rujukan dari RS Borromeus,” kata Nina di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Senin, 27 Januari 2020.

    Nina mengatakan, HG dirijuk dari RS Cahya Kawaluyaan pada Minggu, 26 Januari 2020 dengan diagnosa mengalami inspeksi pernapasan atas akut. Pasien juga mengeluhkan panas badan serta nyeri tenggorokan.

    “Pasien bekerja di salah satu perusahaan. Sebelum dirujuk ke kami, pasien punya keluhan panas badan, nyeri tenggorokan dan sakit kepala. Pasien sudah kami observasi mengalami gejala inspeksi saluran pernapasan atas. Saat ini kami isolasi,” ungkapnya.

    Sementara pasien HA dirujuk dari RS Borromeus pada Rabu, 22 Januari 2020 dengan kondisi tak sadarkan diri. Pasien juga mengeluhkan gejala batuk pilek dan demam sebelum dirujuk ke RSHS Bandung.

    "Jadi hasil foto paru-paru, adanya perburukan (kondisi). Pasien mengalami sesak napas hebat dan kejang-kejang (epilepsi) hingga tak sadarkan diri. Pasien didiagnosa mengalami inspeksi saluran pernapasan bawah. Pasien kami isolasi untuk observasi lebih jauh," bebernya.

    Ia mengaku, pihaknya masih mengobservasi mendalam termasuk mengirimkan sampel kedua pasien itu ke Litbangkes Kemenkes RI. Namun ia menegaskan, kedua pasien itu belum suspect virus korona. 

    “Jadi hoaks kalau dibilang suspect virus korona. Masih kami observasi karena dicurigai gejalanya (virus korona). Kami juga akan mengirimkan sampel dahak (tenggorokan dan hidung) ke Litbangkes untuk mengetahui positif atau tidaknya,” pungkasnya.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id