Pemkot Depok Dukung Ekspose Pembuang Sampah Sembarangan

    Octavianus Dwi Sutrisno - 10 Februari 2020 13:12 WIB
    Pemkot Depok Dukung Ekspose Pembuang Sampah Sembarangan
    Petugas kebersihan membersihkan tumpukan sampah yang dibuang sembarangan di Taman Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. (Foto: MI/Bary Fathahilah)
    Depok: Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, akan mengekspose wajah pembuang sampah sembarangan. Tindakan itu dilakukan guna mendidik masyarakat menjaga kebersihan di Kota Seribu Belimbing.

    "(Ekspose), ada dua unsur yang dilakukan yaitu pendidikan dan penertiban," ucap Wali Kota Depok Mohammad Idris, Senin, 10 Februari 2020.

    Idris menerangkan pihaknya telah memberikan edukasi dan sosialisasi tentang penanganan sampah. Ekspose pembuang sampah ke publik menjadi langkah terakhir yang diambil Pemkot Depok selain penertiban.

    Pemkot Depok tidak akan langsung memberlakukan ekspose. Ada sejumlah toleransi yang diberikan sebelum menjatuhkan keputusan untuk mempublikasi oknum warga pembuang sampah.

    "Kalau satu, dua, tiga, sampai tujuh kali tetap bandel (tetap membuang sampah sembarangan), terpaksa orang itu kami populerkan," terangnya.

    Sementara itu Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Depok, Iyay Gumilar, menambahkan, kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) masih menjadi andalan guna memberikan efek jera kepada para pelanggar aturan kebersihan.

    Mekanisme OTT dimaksimalkan melalui kerja sama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok dengan pemantauan di beberapa titik rawan. Operasi digelar mulai pukul 00.00 WIB hingga dini hari.

    "Ini cukup efektif, sepanjang 2019 kami berhasil melakukan OTT dan langsung sidang tipiring (tindak pidana ringan) terhadap kurang lebih 40 orang pelanggar," jelasnya.

    Namun, sanksi yang dijatuhkan untuk pembuang sampah dinilai ringan. Sesuai Perda, seharusnya pelaku didenda Rp25 juta. Usai menjalani sidang dengan pelanggaran pasal tipiring, mereka hanya diwajibkan membayar biaya ratusan ribu.

    "Dendanya Rp100 ribu sampai Rp200 ribu saja," paparnya.

    Tahun ini, ujar Iyay, pihaknya akan lebih mengintensifkan kegiatan OTT. "Yang tertangkap selama ini, kami pantau orang-orang baru, bukan yang sebelumnya sempat tertangkap jadi menurut kami ini efektif," ucap dia.





    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id