Dua Situ di Bekasi Direvitalisasi Demi Jabodetabek Punjur

    Antara - 28 Juni 2020 16:43 WIB
    Dua Situ di Bekasi Direvitalisasi Demi Jabodetabek Punjur
    Warga menjala ikan di Situ Rawa Binong, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).
    Cikarang: Dua situ di Kabupaten Bekasi segera direvitalisasi untuk mencegah banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek punjur). Yakni Situ Cipalahar di Kecamatan Serang Baru dan Cibarusah, serta Situ Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    "Ini merupakan bagian dari penanganan banjir Jabodetabekpunjur yang terintegrasi hingga 2024," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, Minggu, 28 Juni 2020, melansir Antara.

    Dia mengungkap, revitalisasi Cipalahar dan Burangkeng dilakukan tahun ini. Revitalisasi dua situ itu menjadi kewenangan Kementerian PUPR melalui BBWS Ciliwung-Cisadane.

    Baca: Banjir Isolasi Tiga Desa di Konawe Utara

    Chaidir mengatakan, ada 13 situ di Kabupaten Bekasi. Beberapa di antaranya masih berfungsi dengan baik sebagai penampung air. Namun ada pula yang berubah fungsi, sehingga daya tampung air berkurang dan saat curah hujan tinggi air meluap hingga menggenangi permukiman warga.

    "Kemudian memang karena sebagian besar situ di Kabupaten Bekasi mulai kurang tampungan airnya, maka dilakukan upaya untuk mengembalikan kondisinya agar dapat menampung air yang banyaknya seperti semula," ucapnya.

    Dia menilai, menurunnya volume penampungan air lantaran sejumlah faktor. Di antaranya sedimentasi sehingga situ menjadi dangkal dan aktivitas sekitar situ yang membuat luas situ berkurang.

    "Ada aktivitas di kanan kiri situ tersebut, misalkan ditanami oleh warga sekitar sehingga luas situ mengecil yang jadinya daya tampung air menurun. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bekasi namun juga daerah lain di wilayah Jabodetabekpunjur," ungkapnya.

    Chaidir menyebut, menyusutnya luas dan fungsi situ juga dikarenakan tidak didukung oleh sistem pendataan yang benar. Termasuk sertifikat lahan di sekitar area situ.

    "Kementerian, baik PUPR dan ATR, belum punya data yang valid tentang seritifikat tanah di sekitar situ. Namun informasinya sekarang bertahap akan disertifikatkan melalui BBWS," terangnya.

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id