Pemkot Tangerang Resmikan Sekolah Penggerak

    Hendrik Simorangkir - 16 Februari 2021 19:21 WIB
    Pemkot Tangerang Resmikan Sekolah Penggerak
    Pemkot Tangerang meresmikan program sekolah penggerak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Foto: Medcom.id/Hendrik)



    Tangerang: Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, meresmikan program sekolah penggerak sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi literasi, numerasi, dan karakter.

    "Jadi sekolah penggerak ini program pemerintah pusat kepada seluruh sekolah yang ada di Indonesia. Tahun ini, Provinsi Banten dipilih dan salah satunya Kota Tangerang," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Selasa, 16 Februari 2021.






    Arief menjelaskan dalam program sekolah penggerak, bertujuan mendorong transformasi sekolah negeri dan swasta untuk bergerak satu hingga dua tahap lebih maju.

    "Mendukung anak-anak yang memiliki kreativitas, inovasi, dan juga semangat untuk belajar lebih baik lagi, salah satunya nilai-nilai Pancasila," katanya.

    Arief berharap dari sekolah penggerak yang merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, Kota Tangerang mampu menciptakan murid yang cerdas dan siap menghadapi tantangan zaman.

    Baca juga: Seorang Guru di Gowa Terkena Peluru Nyasar

    "Kalau pertama ini baru SMPN 1. Kurikulumnya ada pelatihan dan pembinaan dari pemerintah pusat dan intervensi muatan lokal. Dengan ini semua sekolah bisa menjadi sekolah unggul," jelas dia.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaludin menuturkan, tahun ini wilayahnya mendapat gelombang pertama dari 111 sekolah di Provinsi Banten, yang dicanangkan sebagai sekolah penggerak.

    "Tujuannya agar sekolah lebih berkualitas dari segi murid serta gurunya," urai Jamaludin.

    Ia mengungkapkan dalam program sekolah penggerak, Kota Tangerang mendapatkan kuota untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 32 dan sekolah dasar (SD) 18. Lanjutnya, untuk tahap pertama pendaftaran sampai 5 Maret 2021, setelah itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bakal kembali menyeleksi sekolah.

    "Jadi bukan memilih sekolah favorit atau sekolah unggulan, melainkan untuk mendorong transformasi sekolah-sekolah lainnya, baik negeri dan swasta lainnya untuk menjadi Sekolah Penggerak," jelasnya.

    Menurut Jamaludin manfaat menjadi sekolah penggerak yakni meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu tiga tahun serta meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id