Kapolda Kalsel Sebut Komunikasi Baik Membantu Penanganan Masalah

    Deny Irwanto - 19 November 2020 09:55 WIB
    Kapolda Kalsel Sebut Komunikasi Baik Membantu Penanganan Masalah
    Kapolda Kalsel, Irjen Nico Afinta, menyambut kedatangan Komisi III DPR RI yang dipimpin Desmond J Mahesa. ANTARA/Firman
    Banjarmasin: Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Irjen Nico Afinta, mengungkapkan kesannya terhadap kerja sama lintas sektoral jelang akhir masa jabatannya. Nico menyebut komunikasi yang terjalin selama ini cukup membantu penyelesaian masalah di wilayah hukum Polda Kalsel.

    "Hal ini terlihat dari bagaimana kita berkomunikasi, berkoordinasi, dan berkolaborasi misalnya masalah covid-19, karhutla dan saat ini menghadapi Pilkada. Pak Gubernur bersama forkopimda dan stakeholder lainnya sangat membantu saya," kata Nico di Banjarmasin, Kamis, 19 November 2020.

    Baca: Pemprov Bengkulu Sulap Peti Kemas Jadi Lab Swab Test

    Nico yang akan menduduki jabatan Kapolda Jawa Timur mengatakan Kalsel merupakan gambaran kecil Indonesia yang memiliki lapisan masyarakat lintas suku dan agama dapat berjalan dengan baik.

    Nico juga berharap agar permasalahan yang dihadapi Kalsel seperti pandemi covid-19 bisa cepat selesai dan masyarakat dapat bekerja kembali sehingga ekonomi berjalan normal.

    "Kami mohon maaf apabila dalam pelaksanan tugas ada tutur kata tingkah laku dan tindakan tidak berkenan. Saya mohon doa juga mudah-mudahan penugasan baru saya di Jatim dapat bekerja lebih baik lagi," jelas alumni Akpol 1992 tersebut.

    Sebelumnya Nico bakal menggantikan Kapolda Jatim, Irjen Mohammad Fadil Imran, yang promosi menjadi Kapolda Metro Jaya. Jabatan Kapolda Kalsel selanjutnya dijabat Irjen Rikwanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku Utara.

    Nico yang masuk ke Polda Kalsel pada Mei 2020 menggantikan Irjen Yazid Fanani telah menorehkan prestasi. Salah satu yang paling fenomenal, yakni pengungkapan 3 kuintal sabu-sabu asal Malaysia pada 6 Agustus 2020.

    Aksi menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah fantastis inipun mencatatkan rekor terbesar di luar Polda di Pulau Jawa hingga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Kalimantan Selatan dan Ketua DPRD Kalsel.

    Selain penegakan hukum Nico juga mendorong upaya pencegahan digencarkan agar masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya dalam ancaman bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

    Nico menginisiasi gelaran webinar edukasi bahaya narkoba pertama di Indonesia selama pandemi covid-19 pada 7 Oktober 2020 lalu hingga meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id