Ratu Penipu Surabaya Kembali Beraksi, Kuras Uang Pengusaha Rp48 Miliar

    Clicks.id - 07 Mei 2021 14:26 WIB
    Ratu Penipu Surabaya Kembali Beraksi, Kuras Uang Pengusaha Rp48 Miliar
    LY kembali ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. (Foto: Metro TV)



    Surabaya: Oknum penipu LY (48) kembali ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur. Ini kali keempat wanita tersebut terlibat kasus penipuan

    Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan modus LY adalah menawarkan investasi terkait pembebasan lahan yang ada di daerah Osowilangun, Surabaya, dengan menjanjikan keuntungan kepada korban.
     
    "Sehingga korban menderita kerugian sebanyak Rp48 miliar dan modus bersangkutan juga memberikan cek kepada korban, tapi setelah di cek ke bank ternyata sudah tidak bisa dicairkan," ujar Gatot saat ungkap kasus, dilansir dari Clicks.id, Jumat, 7 Mei 2021. 
     
    Barang bukti yang berhasil diamankan adalah tujuh lembar cek Bank BCA dan tujuh lembar surat keterangan penolakan dari Bank BCA Cabang Pembantu Kusuma Bangsa Surabaya. Kemudian, dua mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, empat mobil Mercedes benz, tiga pikap, enam jam tangan berbagai merek mulai dari Rolex dan Franck Muller, 3 tiga buah cincin Natural Blue Saphire, serta uang tunai sebesar Rp100 juta.

     



    Baca: Objek Wisata di Jepara Ditutup Selama Libur Lebaran
     
    Wadirkrimum Polda Jatim AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan bahwa LY telah tiga kali menjalani hukuman dengan kasus yang sama pada tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu. Tersangka dikenal memiliki keahlian bisa mendekati dan menyakinkan seseorang.
     
    "Dari barang bukti kita kenakan (pasal) pencucian uang sehingga kita kenakan TPPU (tindak pidana pencucian uang) tersebut sehingga kita dapat mengembalikan aset daripada si pelapor, sehingga tidak hilang aset untuk bisa kita kembalikan kepada pelapor," papar Nasrun. 
     
    Nasrun juga mengatakan bahwa tersangka tersebut menawarkan investasi tanah kepada korban, namun tanah tersebut ternyata fiktif.

    "Investasi bahwa itu sangat menjanjikan dan tanah tersebut mejadikan (korban) tergiur tapi setelah kita cek ternyata bukan punya dia tapi punya orang lain yang sedang dalam perkara," tutur Nasrun.
     
    Tersangka pencucian uang dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak Pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pencucian uang dengan ancaman pidana 4 tahun dan 20 tahun.

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id