Molornya Proyek SD Bangunrejo 2 Akibat Kasus Korupsi

    Ahmad Mustaqim - 07 Februari 2020 15:30 WIB
    Molornya Proyek SD Bangunrejo 2 Akibat Kasus Korupsi
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Yogyakarta: Proyek pembangunan gedung SD Bangunrejo 2 Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, molor satu tahun. Proyek yang sempat gagal lelang ini diduga berkaitan dengan kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Kepala Seksi Pembangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Fachrul Nur Cahyanto, mengatakan proyek tersebut mendapat intervensi jaksa anggota Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4) Kota Yogyakarta, Eka Safitra. 

    Eka merupakan satu di antara sejumlah tersangka yang kasusnya di OTT KPK pada pertengahan 2019. "Saat mau dilelangkan waktu pelaksanaan sudah tidak mencukupi," kata Fachrul saat  dihubungi, Jumat, 7 Februari 2020. 

    Fachrul menjelaskan jaksa tersebut jadi salah satu aktor yang mendukung pembatalan kemenangan pelelangan. Jaksa Eka mengintervensi perusahaan konstruksi yang seharusnya menang lelang dan diganti dengan pihak lain.

    "Salah seorang jaksa itu membuatkan tembusan agar memberikan sanggahan kepada bagian lelang (agar lelang dibatalkan)," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SD Bangunrejo 2 ini. 

    Menurut Fachrul jaksa tersebut meminta adanya evaluasi hasil lelang yang berjalan. Dari evaluasi itu, jaksa mengarahkan agar perusahaan konstruksi yang dibawa bisa memenangkan lelang.

    "Jika peserta lelang gugur, jadi yang cadangan bisa maju. (Perusahaan yang dibawa jaksa) ini yang lolos administrasi dan teknis," ungkap Fachrul.

    Fachrul mengakui kejadian itu menjadikan proyek pembangunan gedung SD Bangunrejo 2 tersendat. Gedung yang dirobohkan pada Februari 2019 saat ini baru tahap pembuatan tiang penyangga atau cakar ayam.

    Dalam proses lelang ulang, ia melanjutkan, telah diketahui pemenangnya, yakni CV Semangat Meraih Cita. Menurut dia pemenang lelang itu diketahui setelah mengikuti persaingan dengan sejumlah peserta lain. 

    "Dalam proses lelang baru, pesertanya juga baru. Ini dipilih dengan nilai yang terendah, nilainya sekitar Rp3,7 miliar," pungkas Fachrul.

    Sebelumnya molornya pembangunan SD Bangunrejo 2 membuat 81 siswa harus menumpang di SD Bangunrejo 1. Sebagian harus menjalani kegiatan belajar mengajar di pos ronda sebagai tambahan jam dalam rangka persiapan ujian nasional.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id