Kronologi Perselisihan Antarjemaat Gereja HKBP Cibinong

    Rizky Dewantara - 17 Agustus 2020 14:24 WIB
    Kronologi Perselisihan Antarjemaat Gereja HKBP Cibinong
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Bogor: Pendukung Pendeta (Pdt) Gideon Saragi, Pdt Berlin Tamba, mengungkapkan asal perselisihan kelompoknya dengan pendukung Pdt Tiapul Hutahean atas pemanfaatan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

    Seteru antara pihaknya dan pendukung Pdt Tiapul Hutahean bermula ketika ada pelantikan pendeta baru di Gereja HKBP berdasarkan Surat Keputusan Nomor 791/l27/v/2020 yang menyatakan memutasi Pdt Gideon Saragi sebagai pelayan di HKBP Cibinong.

    "Padahal bukan itu yang diinginkan jemaat. Semua jemaat keberatan, karena masih menginginkan pendeta Gideon Saragi," ujar Berlin, Senin, 17 Agustus 2020.

    Berlin menilai kepemimpinan pendeta Gideon Saragi sudah terbukti bisa menyatukan pikiran para jemaat. Sehingga pihaknya menolak mutasi atau pergantian pendeta Gideon dengan pendeta Tiapul.

    Baca juga: Gereja HKBP Cibinong Dijaga Ekstra Ketat

    "Jemaat tidak menerima jika pendeta Tiapul memimpin jemaat gereja HKBP Cibinong Bogor," tegas dia.

    Ia menduga kubu pendeta Tiapul Hutahean kecewa dengan Pdt Gideon Saragi terkait usulan pembangunan Gereja HKBP yang menelan anggaran Rp20,8 miliar. Jemaat kubu Pdt Gideon Saragi keberatan dan menghitung ulang kebutuhan anggaran hingga muncul angka Rp12,3 miliar.

    "(Anggaran) itu yang diputuskan jemaat.  karena di gereja kami, keputusan jemaat yang paling tinggi. Bukan keputusan pendeta dan majelis gereja," beber Berlin.

    Berlin mengungkapkan sudah muak dengan tingkah laku sejumlah oknum yang mencoba menghambat pembangunan. Ia menduga kubu seberang menggunakan kuasa birokrasi di eborus dan preses untuk mengeluarkan SK mutasi pendeta Gideon Saragi.

    "Jadi menurut jemaat kenapa pendeta yang bagus dalam bekerja harus dilepaskan," jelasnya.

    Baca juga: Pakai Masker Dinilai Salah Satu Wujud Nasionalisme

    Sementara itu, salah satu pendukung Pdt Tiapul Hutahean, pendeta Sintua TJ Siahaan, mengungkapkan SK mutasi Pdt Gideon Saragi sebenarnya sudah sejak tahun lalu. Namun keputusan itu tidak ditindaklanjuti.

    "Pendeta Gideon Saragi tidak mau pindah. Akhirnya eborus kita selaku pimpinan tertinggi memberikan skors dengan memberhentikan Pdt Gideon secara tidak hormat karena sudah diberikan beberapa peringatan selama satu tahun terakhir," ungkap Sintua.

    Ia menyayangkan Pdt Gideon justru memprovokasi jemaat lain yang berujung pada penghalangan tempat ibadah dengan menggembok gereja.

    "Sebenarnya ini hak kita bersama tidak ada yang bisa mengatakan siapa pemilik gereja HKBP. Kita jangan kalah dengan hal seperti ini, jika ini tidak dilakukan muruah HKBP runtuh," ujarnya.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id