Pariwisata Yogyakarta Sambut New Normal

    Ahmad Mustaqim - 24 Juni 2020 08:34 WIB
    Pariwisata Yogyakarta Sambut New Normal
    Sejumlah wisatawan mengunjungi obyek wisata Pantai Indrayanti, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (24/7). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.
    Yogyakarta: Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebut siap dengan situasi new normal pada bulan depan. Berbagai obyek wisata dinilai siap buka saat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X telah menerbitkan aturan.

    "Tanggap darurat (covid-19) selesai bulan ini. Kenormalan baru Pergub untuk regulasi, serta SOP-nya. Kita sudah bersiap kalau kebijakan new normal apabila mulai (berlaku) 1 Juli ke belakang, kita pastikan mereka (pelaku wisata) akan siap," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo, di Yogyakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

    Baca: Masyarakat Kabupaten Batang Dinilai Belum Paham Normal Baru

    Singgih mengatakan pihaknya telah memulai persiapan dan memantau uji coba aplikasi new normal. Mulai dari melengkapi obyek wisata dengan fasilitas cuci tangan hingga alat pengukur suhu tubuh (thermogun).

    "Kami juga minta ada tempat sampah tertutup dan APD lainnya, termasuk tenda sementara apabila ada wisatawan dengan suhu tubuh tinggi akan dilakukan cek kesehatannya," jelas Singgih.

    Obyek wisata yang jadi titik uji coba merupakan kategori alam, gunung, sungai, dan pantai. Ia memcontohkan uji coba di Goa Kalisuci yang masih minim pengunjung. Selain itu ada Pantai Baron, Pantai Kukup, Paranggritis, Kebun Buah Mangunan, dan Puncak Becici yang yang pernah dikunjungi mantan Presiden AS Barack Obama.

    "Pembatasan pengunjung ditetapkan 50 persen dari kapasitas normal. Wisatawan melakukan reservasi online dengan cara kami enggandeng Dinas Kominfo sebagai penyediaan data awal, bagian kehati-hatian jika terjadi sesuatu bisa kita tracking," ungkap Singgih.

    Selain obyek wisata, uji coba new normal juga dilakukan di tujuh hotel dan tujuh restoran. Ada pula pihak hotel yang lakukan simulasi mandiri. Meskipun, tingkat okupansi masih rendah.

    "(Okupansi hotel) masih stagnan. Kemarin 5-10 persen. Ada penambahan pihak hotel mulai dibuka. Kemarin ada pihak Sahid Raya simulasi memastikan semua siap," kata Singgih.

    Ia menambahkan berbagai persiapan masih perlu perbaikan dan penyempurnaan. Kemudian, sarana prasarana hingga standar operasional prosedur perlu perbaikan.

    "Tanggal 24, 25, dan 26 Juni kita lakukan simulasi yang terakhir, lengkap dengan peralatan itu. Kita sertai uji coba terbatas. Ini menjadi tahapan pembukaan destinasi dahulu terbatas, evalusi, dan sebagainya," ujarnya.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id