Bongkar Invetasi Bodong, Kinerja Polda Jatim Diapresiasi

    Medcom - 06 Januari 2020 23:28 WIB
    Bongkar Invetasi Bodong, Kinerja Polda Jatim Diapresiasi
    Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat merilis kasus investasi ilegal beromzet Rp750 Miliar. (Medcom.id/Amal).
    Jakarta: Anggota Komisi III Arteria Dahlan mengapresiasi kinerja Polda Jawa Timur yang membongkar praktik invetasi investasi bodong PT Kam and Kam (MeMiles) beromzet ratusan miliar rupiah. Investasi bodong itu dilakukan dengan memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait dengan iklim investasi. 

    "Kami mengapresiasi kerja hebat, kerja cerdas, dan inovasi dalam konteks penegakan hukum yang dihadirkan oleh Kapolda Jatim bersama Dirkrimsus setempat," kata Arteria Dahlan, saat dihubungi, Senin, 6 Januari 2019.

    Menurut politikus PDIP ini tindak pidana terus berkembang menggunakan kecanggihan teknologi. Makanya, Polri bersama Otoritas Jasa Keuangan diharapkan dapat memperketat pengawasan. Lalu, melakukan pencegahan dini.

    "Makanya jarang sekali Polda yang mau menyelidiki kasus ini. Inovasi yang dilakukan Polda Jatim sangat luar biasa," lanjut Arteria. 

    Untuk mengantisipasi perkembangan investasi bodong ini dewan akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya, agar pengawasan sekor investasi bisa diperketat.

    "Komisi III akan berada pada rakyat. Kami akan meminta penegak hukum melindungi nasabah atau rakyat," ujarnya. 

    Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim membongkar investasi ilegal PT Kam and Kam (MeMiles). Perusahaan yang baru delapan bulan beroperasi itu beromzet Rp750 miliar.
     
    "Ada dua orang sebagai tersangka yaitu laki-laki berinisial KTM, 47, dan FS, 52," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, saat merilis di Mapolda Jatim di Surabaya, Jumat, 3 Januari 2020.
     
    Luki menuturkan kasus investasi bodong itu dilakukan oleh korporasi, yaitu memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait dengan iklim investasi. Sasarannya adalah masyarakat kelas bawah sampai menengah.

    "Jadi, investasi ini tidak punya izin, sehingga dimanfaatkan oleh korporasi dengan menggunakan aplikasi online email," terang Luki.
     
    Pelaku investasi abal-abal tersebut merupakan residivis. Keduanya pernah ditangkap kasus serupa pada 2015, ditangani Polda Metro Jaya.
     
    "Perusahaan itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung, melalui jaringan keanggotaan, dengan cara bergabung di aplikasi Memiles," ujarnya.
     
    Tersangka sudah memiliki 240 ribu anggota selama delapan bulan. Setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru, mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan.
     
    "Jika ingin memasang iklan, anggota harus memasang top up dengan dana dimasukkan ke rekening PT Kam and Kam. Dengan top up itulah anggota memperoleh bonus atau reward bernilai fantastik. Dana masuk antara Rp50 ribu sampai Rp200 juta," bebernya.
     
    Dalam mengusut kasus ini, Polda Jatim bekerja sama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Polda Jatim segera membuat posko pengaduan khusus yang ditempatkan di SPKT.
     
    "Mungkin banyak masyarakat jadi korban, karena anggotanya lebih dari 240 ribu orang sejak delapan bulan beroperasi," ujarnya.
     
    Polisi menyita barang bukti berupa 18 unit mobil berbagai jenis, dua unit sepeda motor, barang-barang bonus (reward), rekening koran dan data pembelian reward, dan uang sebanyak Rp50 miliar (pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu).
     
    "Kami selanjutnya juga akan selidiki aset-aset lainnya. Dalam kasus ini, Pasal yang kami terapkan adalah Pasal 160 jo 24 ayat 1 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Kemudian UU Perbankan juga. Bisa juga nanti merambah ke TPPU," tandasnya.
     



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id