Kaleidoskop 2019: Kebakaran Sempat Memanaskan Indonesia

    Lukman Diah Sari - 24 Desember 2019 12:55 WIB
    Kaleidoskop 2019: Kebakaran Sempat Memanaskan Indonesia
    Pengendara motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang diselimuti kabut asap pekat di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (15/10/2019). ANTARA FOTO/Bayu Pratama
    Jakarta: Tahun 2019 akan segera berakhir. Indonesia ini telah melewati berbagai macam peristiwa dan fenomena. Salah satunya kebakaran hutan dan kabut asap.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 942.485 hektare. Data tersebut terbentang dari Januari-November 2019. Luasan itu naik nyaris dua kali lipat dari kejadian pada 2018 dengan luas lahan terbakar 510 ribu hektare. 

    Dari 942.485 hektare yang terbakar, 269.777 hektare merupakan lahan gambut. Sedangkan sisanya, yakni 672.708 merupakan lahan mineral.

    “Wilayah yang paling luas terbakar terjadi di Nusa Tenggara Barat mencapai 120.143 hektare,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo, Minggu, 22 Desember 2019.

    Sejumlah gunung di Indonesia pun mengalami kebakaran hutan dan lahan. Di antaranya Gunung Sumbing-Sindoro, Gununug Lawu, Gunung Ciremai, Gunung Semeru,Gunung Slamet, dan Gunung Merbabu. Api menghanguskan ratusan hektare lahan hingga pendakian harus ditutup sementara.

    Akibat kebakaran itu keanekaragaman hayati di kawasan gunung rusak. Sumber mata air yang biasa dimanfaatkan warga terganggu. Kebakaran hutan dan lahan juga menimbulkan kabut asap di sejumlah wilayah dan mengakibatkan sekolah diliburkan. Tak sedikit warga yang menderita Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). 

    Kabut Asap juga berimbas pada kesehatan primata dilindungi seperti orang utan. Kabut asap tercatat sempat menyelimuti wilayah Palembang, Sumatra Selatan; Kepuluan Riau, Aceh, Jambi, Padang, dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

    Kabut asap pun mengakibatkan sejumlah penerbangan ditunda lantaran terbatasnya jarak pandang. Seperti yang terjadi di Palembang, Sumatra Selatan.

    “Ada lima jadwal yang mengalami penundaan akibat pekatnya kabut asap pagi ini," ujar Pelaksana Tugas General Manager Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang, Indra Crisna Seputra, Jumat, 13 September 2019.

    Sejumlah pihak terkait berupaya memadamkan api kebakaran hutan dan lahan dan kabut asap. Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo mengungkap total 471.493.532 liter air digunakan untuk pemadaman karhutla melalui water bombing.

    Water bombing dilakukan di Riau, Kepri, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Jambi, Jabarm dan Jatim,” ucapnya.

    Selain itu, rekayasa cuaca melalui hujan buatan dilakukan di wilayah Riau, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Jambi. Total sebanyak 366.816 kilogram garam digunakan untuk merekayasa cuaca.

    Sementara itu, 196 kasus terkait karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani Polri. Puluhan perusahaan dan perorangan telah ditetapkan tersangka. Penyegelan pun dilakukan pihak berwajib.

    “Dari 196, sebanyak 116 perkara sudah masuk ke penyidikan," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raffles B Panjaitan di kantornya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 24 September 2019.
     
    Raffles memerinci, Polda Riau menangani 52 kasus karhutla dan telah menetapkan 47 tersangka serta satu perusahaan yakni PT SSS. Kemudian Polda Sumatra Selatan menangani 18 kasus. Sebanyak 27 orang dijadikan tersangka dan satu korporasi PT DHL.

    Polda Jambi memproses 10 kasus dengan menetapkan 14 orang tersangka. Kemudian dari Polda Kalimantan Selatan sejumlah empat orang ditetapkan sebagai tersangka dari empat kasus yang ditangani.
     
    "Polda Kalimantan Tengah 57 kasus, 67 orang tersangka dan satu perusahaan PT PKG. Terakhir Polda Kalimantan Barat 55 kasus dan 61 orang sudah tersangka," jelas Raffles.

    BNPB juga mencatat periode 1 Januari hingga 23 Desember 2019 tercatat ada 3.721 kejadian bencana. Bencana hidrometeorologi mendominasi. Puting beliung menempati urutan pertama diikuti banjir dan kebakaran hutan.

    Bencana juga menimbulkan penduduk terdampak dan mengungsi lebih dari 6 juta jiwa, merenggut 477 jiwa meninggal, 109 orang hilang, dan 3.415 luka-luka.

    BNPB juga memerinci ada 1.339 puting beliung terjadi Indonesia. 746 kebakaran hutan dan lahan, 757 banjir, 702 tanah longsor, 123 kekeringan, 29 gempa bumi. Terjadi 18 gelombang pasang dan abrasi, serta 7 kejadian erupsi gempa bumi.

    Proyeksi 2020

    Mengatasi bencana serupa terjadi pada 2020, pemerintah akan membuat terobosan melalui sejumlah cara. Salah satunya mengoptimalkan kerja-kerja pemerintah daerah.

    "Pada 2020 pemerintah akan menerapkan strategi pencegahan karhutla berbasis desa dengan mengintensifkan upaya pengendalian karhutla dan memperkuat aksi pencegahan di tingkat tapak," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Kamis, 6 November 2019.
     
    Siti menerangkan pencegahan berbasis desa ini akan melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Desa (Kemendes), dan Kementerian Pertanian (Kementan). Langkah awal yang akan dilakukan adalah mememetakan desa-desa rawan karhutla.

    Selain itu, kata dia, tiga institusi pemerintah itu akan berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Masyarakat didorong tidak hanya mengandalkan sawit, tetapi juga mengembangkan penerapan teknologi pembukaaan lahan tanpa bakar (PLTB) dan mekanisasi pertanian.
     
    "Perusahaan bidang kehutanan dan perkebunan diharuskan menjalankan kewajiban-kewajiban dalam pencegahan karhutla yang telah diatur regulasi. Perusahaan juga harus membantu masyarakat desa sekitar kawasannya untuk mengembangkan alternatif usaha perekonomian," kata Siti.





    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id