96% KPM Puas dengan BPNT, Ini Faktor Penyebabnya

    Gervin Nathaniel Purba - 14 Agustus 2019 16:09 WIB
    96% KPM Puas dengan BPNT, Ini Faktor Penyebabnya
    Dirjen PFM Kemenson Andi ZA Dulung. (Foto: Dok.)
    Pontianak: Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) menuai sukses. Sebanyak 96 persen keluarga penerima manfaat (KPM) dan 89 persen e-Warong puas dengan BPNT, mudah dan nyaman.

    Kepuasan tersebut tampak dari hasil riset mengenai pelaksanaan BPNT sepanjang 2018 yang dilakukan oleh MicroSave Consulting Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI dan Bill & Melinda Gates Foundation. 

    Faktor penyebab kepuasan tersebut yaitu karena BPNT menyediakan bahan pangan berkualitas premium dan memberikan kemudahan akses terhadap e-Warong, BPNT memberikan peluang usaha bagi pengusaha mikro terutama perempuan (68 persen), BPNT membantu meningkatkan inklusi keuangan di tengah masyarakat miskin. Sebanyak 87 persen KPM mengakui baru pertama kali memiliki rekening bank dengan adanya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

    BPNT dinilai sebagai salah satu kunci penurunan angka kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia sebesar 9,41 persen, atau setara dengan 25,14 juta penduduk pada Maret 2019.
     
    Jika dibandingkan dengan September 2018 lalu, angka kemiskinan di Indonesia turun 0,25 persen dari 9,66 persen. Artinya, terjadi penurunan dari 9,66 persen ke 9,41 persen, atau turun 530 ribu jumlah penduduk miskin dari rentang September 2018 hingga Maret 2019.

    Melihat hasil nyata BPNT, Kemensos menetapkan BPNT sebagai pengganti program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) mulai 1 September 2019. Aturan ini berlaku nasional. 

    Guna mendukung kelancaran program tersebut, Kemensos menyelenggarakan Kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Tahun 2019, di Harris Hotel, Pontianak, Kalimantan Barat. 

    "Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam pelaksanaan program bantuan sosial pangan secara sistematis dan komprehensif, serta meningkatnya dukungan dan komitmen semua pihak dalam menunjang keberhasilan program," ucap Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah II, I Wayan Wirawan.

    96% KPM Puas dengan BPNT, Ini Faktor Penyebabnya
    (Foto: Dok.)

    BPNT dikembangkan berbasis digital melalui perbankan untuk memudahkan pengawasan, pemantauan dan mencegah penyimpangan sistem perbankan dengan memanfaatkan keuangan digital untuk memperluas inklusi keuangan, yaitu penyaluran bantuan sosial terintergrasi dalam  kartu KKS. 

    "Pengalihan bentuk bantuan yang awalnya pemberian subsidi ke barang menjadi subsidi ke orang ini bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran penerima manfaat," kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kemensos Andi ZA Dulung.

    Lebih lanjut dijelaskan Dirjen PFM, transformasi BPNT merupakan perwujudan strategi pemerintah sebagai upaya 6T (tepat sasaran, harga, jumlah, mutu, waktu dan administrasi) dalam penanganan fakir miskin dan rentan untuk mengurangi beban pengeluaran menggunakan metode penyaluran nontunai guna mengurangi deviasi ketidaktepatan sasaran penerima manfaat bantuan sosial sebagai langkah konkret pemerintah.

    96% KPM Puas dengan BPNT, Ini Faktor Penyebabnya
    (Foto: Dok.)

    Dalam pelaksanaan BPNT, Perum Bulog turut berperan menyalurkan BPNT di 151 kabupaten/kota di Wilayah II tahun 2019. Bulog bekerja sama dengan e-Warong yang sudah ada (e-Warong KUBE, agen bank, dan RPK mitra Bulog) sebagai pemasok bahan pangan baik beras maupun telur, terutama di daerah-daerah perluasan baru dan non penghasil beras.

    Keterlibatan Bulog dalam BPNT ini sekaligus untuk membantu percepatan pendistribusian stok beras yang dimiliki Bulog. 

    "Bulog juga harus mampu berperan di daerah perluasan baru karena selama ini telah berperan sebagai penyalur Bansos Rastra. Perum Bulog menjadi pemasok dengan menawarkan  kualitas, harga dan pelayanan yang lebih baik bagi KPM dan e-Warong," ucap Dirjen PFM.




    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id