comscore

2 Karyawan Perusahaan Kargo di Tangerang Mengadu Belum Digaji 8 Bulan

Hendrik Simorangkir - 04 Juli 2022 23:09 WIB
2 Karyawan Perusahaan Kargo di Tangerang Mengadu Belum Digaji 8 Bulan
Dua pekerja di perusahan PT Anugrah Hikmah Nusantara yang belum menerima hak gajinya.
Tangerang: Sudah jatuh tertimpa tangga pula, peribahasa yang pas disematkan kepada Muhani Wahyuni. Pasalnya, dirinya tidak mendapatkan gaji selama delapan bulan, dan dia pun harus pasrah terlilit utang pinjaman online demi menutupi kehidupan sehari-harinya.

Wahyuni karyawan di perusahan PT Anugrah Hikmah Nusantara yang berkecimpung di bidang kargo itu, mengadukan nasibnya ke pengawas Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten terkait musibah yang menimpanya. 
"Saya mulai bekerja di perusahaan itu dari September 2020. Dan mulai Mei 2021, gaji sudah sudah telat diberikan hingga tidak dikasih. Kalau saya Rp4,2 juta per bulan," ujarnya, Senin, 4 Juli 2022.

Berbagai keluhan telah dia layangkan, hingga akhirnya menemukan kesepakatan untuk dilakukan mediasi dengan pihak perusahaan. Dalam mediasi antara Wahyuni yang juga mewakili sejumlah teman pekerjanya yang bernasib sama dengan pihak perusahaan tetap tidak membuahkan hasil.

"Saya ceritakan keluhan soal gaji dan THR ke Disnakertrans. Namun tiba-tiba pihak perusahaan meninggalkan lokasi saat mediasi digelar oleh penyidik Disnakertrans," katanya.
 
Baca: Pemkot Surabaya Ancam Tutup 2.740 Gedung Tinggi Tak Kantongi Sertifikat Laik Fungsi

Wahyuni menuturkan, pekerja di perusahaan tersebut berjumlah delapan orang, dan semuanya pun belum menerima gaji dari perusahaan sejak Mei 2021 hingga Januari 2022. Lantaran terdesak dengan beban biaya yang harus dikeluarkan tiap harinya, ibu satu orang anak yang telah bekerja selama dua tahun itu pun harus meminjam uang kepada pihak perusahaan.

"Saya pinjam uang dengan sesuai yang diminta, diberi pihak perusahaan, tapi gaji saya enggak dikeluarin," ucap dia.

Padahal, kata Wahyuni, pemilik perusahaan kerap kali menjanjikan terhadap karyawannya untuk dicairkan gajinya. Namun, lanjutnya, janji hanyalah janji yang tidak terealisasikan.

"Sering dijanjikan untuk dibayar tapi tetap saja tidak dibayar, malah saya pernah kirim surat somasi sampai 3 kali, tapi ya tetap saja," jelasnya. 

Wahyuni mengaku untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dia sempat terjerumus ke pinjaman online. Bahkan, dia menambahkan, pihak perusahaan juga mengeklaim jika dirinya memiliki banyak utang di perusahaan tersebut. 

"Saya sempat pinjam online, ya mau gimana lagi karena enggak ada pemasukan. Terus juga kasbon ke perusahaan tapi enggak banyak. Yang saya heran pinjaman uang ke pegawai bisa tapi buat bayar gaji enggak," katanya. 

Senada dengan Wahyuni, Muhammad Subkhi pria asal Jawa Tengah yang bekerja di kantor jasa kargo ini juga merasakan hal yang sama. Bahkan dirinya mengaku 8 bulan tidak menerima gaji. 

"Sama saya juga pinjam ke pinjol, habis mau gimana lagi, saya enggak dapat gaji," kata Subkhi. 

Subkhi mengaku sempat dijanjikan akan dibayarkan sisa gajinya saat itu. Namun, lanjutnya, pemberian yang diberikan oleh perusahaan tidak sesuai dengan total gajin yang tertunggak.

"Seharusnya dibayar Rp15,8 juta saat mau lebaran kemarin, tapi hanya dikasih Rp2,5 juta. Sisanya belum," ucap dia.

Subkhi berharap pihak perusahaan dapat membayarkan haknya, lantaran keluarganya di kampung halaman masih berharap darinya yang menjadi tulang punggung keluarga. 

"Saya berharap perusahaan dengan bijak bisa membayarkan hak saya. Karena sekarang yang saya tahu ada karyawan baru yang direkrut, tapi kenapa yang lama enggak dibayar," katanya. 

Sementara, Direktur Operasional PT Anugrah Hikmah Nusantara, Marvianno mengatakan, pihaknya siap menyelesaikan persoalan dengan mantan karyawannya terkait upah.

"Kami sudah beritikad baik kepada karyawan," kata Marvianno.

Marvianno menuturkan, tidak semua yang disampaikan mantan Human Resources Development (HRD) Muhani Wahyuni benar. Kata Marvianno, pihaknya tidak mengetahui secara pasti data rincian 8 karyawan yang tidak digaji seperti yang diungkapkan Muhani Wahyuni, terlebih sudah ada karyawan yang telah mengundurkan diri.

"8 orang ini saya tidak tahu siapa saja karena data-data ini belum saya terima. Maksudnya ini kalau saya tahu bisa jelaskan secara data-datanya, di mana kalau mungkin salah satunya itu sudah mengundurkan diri, berarti bukan karyawan lagi. Nah ini kembali lagi delapan orang ini siapa," jelasnya.

Marvianno mengaku, perusahaan memang tidak dapat memberikan hak sejumlah karyawannya secara penuh, tetapi perusahaan tetap berupaya memenuhinya. Sebab, tahun kemarin perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman barang atau kargo melalui penyewaan pesawat ini dalam kondisi tidak baik secara finansial karena dampak dari pandemi covid-19.

"Kita ada by chat dan komunikasi bahwa kita ada keterbatasan. Perusahaan kita akan memenuhi, tapi tidak bisa maksimal. Yang penting kita pelan-pelan, akhirnya menutupi hak kewajibannya mereka," katanya.

Marvianno menambahkan, perusahaan tetap beritikad baik dengan memberikan separuh dari total gaji, yang juga telah disetujui pekerjanya. Lalu, perusahaan juga sudah beritikad baik dengan memberikan kasbon terhadap karyawannya.

"Cuma kan dengan kasbon-kasbon gitu berarti sudah ada yang mendekati pelunasan (gaji), dan mohon maaf pihak mereka juga menyetujui," ungkapnya.

Marvianno menambahkan, perusahaan masih beritikad baik ketika fasilitas perusahaan berupa sistem absensi (finger print) dirusak oleh Muhani Wahyuni, serta kotornya ruangan direksi akibat dicorat-coret oleh anak Muhani Wahyuni.

"Cuma kan di sini juga kembali lagi ada yang namanya SOP, akhirnya menurut kami merasa juga gimana ya kalau SOP-nya tidak sesuai ya kami juga bisa komplain dong," jelasnya.

Marvianno menuturkan, pihaknya siap menyelesaikan persoalan-persoalan ini. Selain itu, pihaknya juga ingin adanya komparasi data antara pihak perusahaan dengan pihak Muhani Wahyuni. 

"Tidak apa-apa yang penting kita sama-sama bisa meng-comfair data-data ya," ucap dia. 

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id