comscore

UB Awasi Aktivitas Mahasiswa Usai Penangkapan Dugaan Teroris

Daviq Umar Al Faruq - 25 Mei 2022 18:41 WIB
UB Awasi Aktivitas Mahasiswa Usai Penangkapan Dugaan Teroris
Universitas Brawijaya gelar konferensi pers tentang mahasiswanya yang ditangkap Densus 88. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Malang: Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur, bakal lebih mengawasi aktivitas mahasiswa. Pengawasan ini dilakukan setelah Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang mahasiswa UB jurusan Hubungan Internasional (HI) angkatan 2019 berinisial IA, 22. 

"Dengan kasus ini kami akan memperkuat lagi, pengendalian dan pengawasan bagi aktivitas mahasiswa yang dilaksanakan tanpa izin. Jadi tidak boleh ada lagi kegiatan mahasiswa di dalam kampus khususnya yang tidak sepengetahuan pimpinan universitas dan fakultas," kata Wakil Rektor III UB, Abdul Hakim, Rabu, 25 Mei 2022.
Hakim menambahkan UB telah melakukan sejumlah upaya pencegahan agar mahasiswa tidak terlibat gerakan-gerakan radikalisme atau yang sejenis. Salah satunya, mengadakan program pembinaan mental kebangsaan. 

"Sekarang diubah menjadi program bela negara, semua perguruan tinggi diharuskan tanda kutip untuk melaksanakan program itu. Ada sembilan kegiatan utama, di dalam program itu, salah satu kegiatannya adalah pendidikan atau gerakan anti radikalisme," ujarnya.

Hakim nenuturkan sejak tahun 2020, pihak kampus rutin melaksanakan kegiatan atau pendidikan anti-radikalisme. Kampus juga mengundang perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Teroris secara rutin.

Baca: Ditangkap Densus 88, UB Perketat Pengawasan Kegiatan Mahasiswa

"Tahun ini pun kegiatan serupa akan kita laksanakan, baik di tingkat universitas, maupun fakultas, di bawah koordinasi dekan melalui wadek bidang kemahasiswaan," imbuhnya.

Hakim mengeklaim pihak UB telah melakukan upaya pencegahan, meski masih dalam bentuk pendidikan terkait anti-radikalisme. Namun, Hakim mengaku UBtidak bisa mengawasi mahasiswanya satu per satu.

"Sangatlah tidak mungkin bagi kami pimpinan universitas untuk mengawasi secara total orang per orang, karena mahasiswa UB itu lebih dari 60 ribu mahasiswa. Jadi tidak mungkin, yang bisa kami lakukan adalah bahwa setiap kegiatan kemahasiswaan harus mendapat izin dari rektorat dan atau dekan di tingkat fakultas," ungkapnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id