Satgas Nemangkawi Bertaruh Nyawa Buru KKB di Papua

    Deny Irwanto - 01 Juni 2021 20:16 WIB
    Satgas Nemangkawi Bertaruh Nyawa Buru KKB di Papua
    Koordinasi anggota Operasi Satuan Tugas (Ops Satgas) Nemangkawi untuk memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Dokumentasi/ istimewa



    Intan Jaya: Anggota Operasi Satuan Tugas (Ops Satgas) Nemangkawi bertaruh nyawa untuk memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Mereka juga rela meninggalkan keluarga untuk melaksanakan tugas negara.

    Aparat gabungan Polri-TNI ini tersebar di beberapa wilayah di antaranya Kabupaten Intan Jaya, Beoga, Kabupaten Puncak Papua, dan Ilaga guna memberi perlindungan kepada masyarakat.

     



    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turun langsung memimpin seluruh anggotanya untuk selalu melindungi warga sipil di Papua dari aksi kejam KKB.

    "Saya terus memberikan motivasi kepada seluruh anggota yang melaksanakan tugas di Papua untuk terus bersemangat dan tidak boleh kendor dengan peristiwa yang terjadi," kata Listyo Sigit baru-baru ini.

    Baca: Pemkab Garut Siapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Perantau

    Listyo meminta para prajurit yang tergabung dalam Satgas Operasi Nemangkawi tidak kendur dalam memerangi KKB yang semakin intens melakukan kekerasan.

    Menurutnya Satgas Nemangkawi hinga kini terus memburu KKB dengan risiko besar bertaruh nyawa demi menjaga kedaultan Negara Republik Indonesia (NKRI) dan melindungi masyarakat sipil.

    Menurutnya Anggota Satgas Newangkawi harus rela berpisah dengan keluarga demi melaksanakan tugas mulia membela NKRI sekaligus penegakkan hukum.

    Bahkan sampai di hari besar keagamaan seperti Idulfitri lalu, tak ada satu pun Anggota Satgas Nemangkawi yang bisa mudik untuk sekadar berkumpul dengan keluarga.

    "Sudah banyak korban berjatuhan dari aksi kejam teroris KKB. Mulai dari guru-guru non Papua, tukang ojek online yang dibunuh secara sadis sampai dengan Anggota TNI dan juga Polri yang tewas dalam tugas mulianya," jelasnya.

    Bahkan terbaru teroris KKB tega membunuh pelajar SMA atas tudingan mata-mata. Teroris KKB juga melakukan pembakaran dan pengrusakan fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah dan juga ruko tempat usaha warga sipil.

    Ia menegaskan negara tidak akan kalah dengan KKB Papua yang terus melancarkan aksi teror kepada masyarakat. NKRI menjadi harga mati yang harus terus dijaga dari aksi terror pihak manapun, termasuk KKB Papua.

    Ia meminta Satgas Nemangkawi tidak gentar melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata tersebut.

    "Saya perintahakan kepada seluruh anggota satgas yang bertugas, lakukan terus pengejaran terhadap KKB yang ada di Papua, terus berjuang, negara tidak boleh kalah," jelas Listyo.

    Listyo Sigit meminta Satgas Nemangkawi harus terus maju memburu dan menangkap seluruh anggota KKB yang selama ini meresahkan masyarakat Papua dengan melancarkan terornya.

    "Kami pimpinan Polri, siap untuk mendukung apapun dalam rangka menegakan hukum di Papua. Kita jaga Papua dari serangan dan tekanan kelompok manapun," ungkapnya.

    Sementara Kepala Operasi Nemangkawi, Brigjen Roycke Harry Langie, mengatakan teror yang dilancarkan kelompok teroris ini tidak hanya membuat masyarakat yang datang dari luar Papua ketatukan.

    Dia juga meminta Polri dan TNI sebagai garda terdepan penjaga keamanan di Republik Indonesia tidak tinggal diam.

    "Menjaga NKRI menjadi harga mati. Kami terus memburu mereka (KKB) dengan segala resiko yang ada. Pengegakkan hukum diatas segala-galanya. Papua harus hidup damai, sejahtera dan keluar dari ancaman serta teror yang terus menerus menakuti masyarakat di Papua," ungkap Roycke.

    Seiring dengan pernyataan Kapolri, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Prabowo Argo Yuwono, mengajak kepada para anggota teroris KKB untuk bersama membangun Papua.

    "Kita mengajak orang-orang yang ada di sana, mengajak misalnya dari KKB yang mau turun, silakan. Dia ingin bareng-bareng untuk membangun Papua, silahkan," ungkap Argo Yuwono pada Senin, 31 Mei 2021.

    Argo menambahkan tim gabungan yang telah ditugaskan menumpas gerakan KKB di Papua, tetap akan mengedepankan soft approach dengan cara membuka dialog, ketimbang hard approach.

    "Yang terpenting adalah kita melakukan dialog, kita juga melakukan ada di sana namanya Binmas Nokken dan juga Teritorial dari TNI AD, juga dari kepolisian kita bersama-sama di sana memberikan edukasi kepada masyarakat," ujar Argo.

    Dialog tersebut menurut Argo Yuwono telah dilakukan kepada para kepala daerah kawasannya rawan dan kerap terjadi teror aksi KKB yakni Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Nduga.

    "Kemarin sudah kita kumpulkan, kita ajak dialog. Ada para bupati yang kira-kira rawan terhadap KKB. Bupati ini kita ajak, dialog, kita tanya apakah permasalahan yang ada di sana. Apa yang dimau masyarakat itu apa, terutama KKB yang dimau apa," ujar Argo.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id