Bupati Alor Ngamuk, Ini Tanggapan Mensos Risma

    P Aditya Prakasa - 02 Juni 2021 14:44 WIB
    Bupati Alor Ngamuk, Ini Tanggapan Mensos Risma
    Menteri Sosial Tri Rismaharini - Medcom.id/Dheri Agriesta.



    Bandung: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menanggapi video kemarahan Bupati Alor kepada Kementerian Sosial yang viral beredar di media sosial. Menurutnya hal tersebut mengenai bantuan bencana untuk Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Kemarahan Bupati Alor diduga dipicu oleh Program Keluarga Harapan (PKH) yang menurutnya diurus oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Alor. 

     



    "Tak (saya) jelaskan ya, jadi sebetulnya itu bantuan bukan PKH, tapi bantuan untuk bencana," kata Risma di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Rabu, 2 Juni 2021.

    Risma mengatakan, pada saat mengirimkan bantuan, pihaknya tidak bisa menghubungi siapapun, baik staf Kementerian Sosial maupun pihak Pemerintah Daerah Alor. Hal itu dikarenakan jaringan sempat terputus pada saat itu.

    "Saya ngirim barang saat itu dari Jakarta jauh, kita kepingin cepat, jadi kita kirim dari Surabaya karena kalau dari Surabaya angkutan itu gratis. Tapi kita tidak bisa masuk ke pulau itu (Alor)," terang dia. 

    Risma ingin mengetahui bagaimana kondisi di sana karena hampir seluruh wilayah NTT terdampak Siklon Seroja. "Saya hubungi kepala dinas, staf saya, enggak ada yang bisa karena memang saat itu jaringan terputus," katanya.

    Baca: Viral Video Bupati Alor Marah ke Mensos Risma karena Salah Distribusi PKH

    Selain itu, transportasi pengangkut bantuan untuk bencana di NTT juga terhambat di pelabuhan karena kondisi cuaca yang buruk.

    "Kita tidak bisa merapat bantuan karena cuacanya buruk sehingga syahbandar mengatakan tidak bisa melaut, kapal kapal semua berhenti," lanjut Risma. 

    Pada saat itu, Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek, menawarkan bantuan agar bantuan untuk korban bencana bisa cepat diterima masyarakat Alor. Risma menyetujui tawaran tersebut agar bantuan bisa cepat diterima masyarakat terdampak bencana.

    "Beliau (Ketua DPRD) menawarkan, Bu, itu ada paket dari Dolog yang ibu bisa ganti. Ya sudahlah, kemudian disebarkanlah, karena kami tidak bisa (karena banyak sekali yang membutuhkan) saat itu kami tidak bisa kontak siapapun di situ. Jadi seperti itu," papar dia. 

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id