comscore

Siap-siap, Pulau Jawa Alami Hari Tanpa Bayangan Besok

Clicks.id - 10 Oktober 2021 20:39 WIB
Siap-siap, Pulau Jawa Alami Hari Tanpa Bayangan Besok
Hari tanpa bayangan. Foto: Antara/Basri Marzuki
Jakarta: Selama sepekan, mulai 8 Oktober hingga 14 Oktober 2021, matahari berada di atas Pulau Jawa. Fenomena ini terjadi karena sumbu rotasi Bumi  miring 66,6° terhadap ekliptika. Artinya, tidak ada bayangan saat matahari tepat berada di atas kepala kita. Nah, hari tanpa bayangan itu akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia mulai Senin, 11 Oktober 2021. 

Peneliti Pusat Riset Sains Antariksa (Pussainsa) Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang menjelaskan, hal ini membuat Matahari tidak selalu berada di atas garis katulistiwa (lintang 0°) melainkan berada di lintang 23,4°LU (garis balik utara) hingga 23,4°LS (garis balik selatan).
Wilayah yang terletak di antara dua garis balik ini memungkinkan akan mengalami Matahari di atas tempat tersebut ketika tengah hari sebanyak dua kali setahun (kasus khusus, untuk wilayah sekitar garis katulistiwa akan mengalami Matahari di atas garis katulistiwa ketika Ekuinoks Maret dan Ekuinoks September).

“Pulau Jawa terletak di antara lintang 6°-8°LS atau berada di sebelah selatan garis katulistiwa. Sehingga, Matahari akan berada di atas pulau Jawa beberapa hari setelah Ekuinoks September dan beberapa hari sebelum Ekuinoks Mare,” ujar Andi dalam keterangannya, Minggu, 10 Oktober 2021. .

Andi menerangkan, dampak fenomena ini adalah ketika tengah hari tidak ada bayangan yang terbentuk dari benda tegak tak berongga (seperti tongkat, tiang, dan lainnya). Fenomena ini disebut juga sebagai Hari Tanpa Bayangan di Pulau Jawa.

Baca: Lapan Akan Ganti Nama Jadi Organisasi Riset Penerbangan Antariksa

Selain itu, saat tengah hari, ketika sinar Matahari datang tegak lurus permukaan Bumi, intensitas radiasi Matahari akan maksimum. Sehingga, ketika tutupan awan sangat minim, suhu permukaan Bumi saat siang hari akan maksimum.

Hal ini tidak berlaku saat tutupan awan cukup besar sehingga suku permukaan Bumi cenderung menurun. Meskipun hawa gerah tetap dapat dirasakan akibat berkurangnya kelembaban.

Andi mengimbau sobat Antariksa dan masyarakat agar tidak panik, kondisikan tubuh agar selalu terhidrasi dengan baik, dan menggunakan alat pelindung seperti tabir surya, payung, topi ataupun alat pelindung lainnya.

“Untuk mengecek hilangnya bayangan saat tengah hari ketika Hari Tanpa Bayangan, siapkan benda tegak seperti tongkat, tiang, spidol, botol, dan sebagainya. Letakkan benda di permukaan yang rata. Jika tidak ada, dapat menggunakan bandulan dalam keadaan setimbang.

Kalibrasikan jam yang akan digunakan untuk menandai waktu melalui https://jam.bmkg.go.id. Kemudian amati bayangan yang dihasilkan oleh benda pada tanggal dan jam yang sudah ditentukan,” terang Andi.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id