Harus Sesuai Prokes, Ini Aturan Berkurban di Tegal

    Kuntoro Tayubi - 17 Juli 2021 12:26 WIB
    Harus Sesuai Prokes, Ini Aturan Berkurban di Tegal
    Hewan sapi kurban sebesar 1,4 ton di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)



    Tegal: Aturan pemotongan hewan kurban di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengaju pada pemerintah pusat. Pasalnya, aturan resmi dari pemerintah daerah belum keluar. 

    Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal, Khofifah, mengungkapkan saat ini pihaknya mengacu pada Surat Edaran (SE) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementrian Pertanian RI Nomor 8017/SE/PK.320/F 06/2021 tentang Pelaksanaan Kurban dalam Masa Pandemi Covid-19.

     



    Ia menyatakan pihaknya masih menunggu SE Bupati Tegal terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Kemungkinan dalam waktu dekat akan terbit. 

    "Tapi SE Bupati tidak beda jauh dengan SE dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian," tutur Khofifah, Sabtu, 17 Juli 2021. 

    Dalam SE itu, Khofifah menyebutkan, pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R). Namun, jika jumlah RPH-R terbatas, maka pemotongan hewan dapat di lakukan di luar RPH-R dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

    Pemotongan hewan dilakukan di area yang luas supaya tidak menimbulkan kerumunan massa. Termasuk petugas pemotongan, pengulitan, pencacahan dan pengemasan daging harus jaga jarak fisik.

    "Untuk pendistribusian daging hewan kurban, harus dilakukan petugas. Dan harus pakai masker rangkap, pakai sarung tangan juga," tambah Khofifah.

    Dia menjelaskan, petugas atau panitia pemotongan hewan kurban dan warga yang hendak menyerahkan hewan kurban ke panitia wajib melakukan pengukuran suhu tubuh. Sementara, petugas yang menyembelih, pengulitan, pencacahan daging, tulang, dan jeroan harus berbeda orang.

    Baca: 6.000 Ekor Sapi di Sulsel Tak Layak Jadi Hewan Kurban

    "Selama berada di area, mereka wajib pakai baju lengan panjang, masker dan sarung tangan," ujarnya.

    Khofifah mengimbau, panitia wajib menyediakan tempat cuci tangan dan sabun serta hand sanitizer. Setelah semua prosesi selesai, area tersebut harus disemprot cairan disinfektan.

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id