Vaksinasi Tenaga Pendidik di Tangsel Sasar Guru Swasta, Kursus, dan Asing

    Farhan Mudier - 05 Juni 2021 14:05 WIB
    Vaksinasi Tenaga Pendidik di Tangsel Sasar Guru Swasta, Kursus, dan Asing
    Ilustrasi / Medcom.id



    Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mulai mempersiapkan pemberian vaksinasi covid-19 bagi tenaga pendidik swasta, lembaga kursus, serta guru-guru asing yang mengajar di wilayah tersebut. 

    Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendarlin Mahdaniar, mengklaim pemberian vaksin bagi tenaga pendidik dan kependidikan negeri di Tangsel telah selesai. 

     



    "Sebetulnya berbasis data dari Dinas Pendidikan berdasarkan dapodik (data pokok pendidikan), sepertinya sudah hampir semua divaksinasi," ungkap Alin dikonfirmasi, Sabtu 5 Juni 2021.

    Untuk itu, saat ini pihaknya tengah memproyeksikan pemberian vaksinasi bagi tenaga pendidik yang lain seperti tenaga pendidik non formal, guru lembaga kursus, guru swasta, dan tenaga pengajar Warga Negara Asing (WNA). 

    "Tinggal sekarang menyasar ke tenaga pendidik lainnya. Bahkan non formal juga sudah disasar, yang menyelenggarakan kursus termasuk swasta, guru-guru WNA yang sudah KTP sini dan punya surat izin tinggal sementara," terang Alin.

    Dengan capaian itu, Alin memastikan seharusnya sekolah negeri di Tangsel telah siap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meski, diakuinya, ada beberapa tenaga pendidik dan kependidikan yang belum menerima vaksin covid-19 karena berhalangan tertentu. Namun, vaksinasi bisa dilakukan menyusul di puskesmas-puskesmas terdekat. 

    "Kalau vaksinasi untuk sekolah-sekolah negeri sepertinya sudah semua. Pada saat ada yang belum divaksin karena ada yang berhalangan, tidak datang, kami tetap buka datang ke puskesmas terdekat untuk vaksinasi," beber dia. 

    Baca: Jelang Tahun Ajaran Baru, Gubernur DIY Minta PTM Diawasi Ketat

    Meski begitu, Alin memastikan bahwa pembukaan kegiatan PTM di sekolah harus melalui proses berjenjang guna memastikan keamanan pelaksanaan PTM di sekolah tersebut. 

    "Prosesnya berjenjang. Kami lihat lapangannya (sarana prasarana sekolah) seperti apa, kemudian nanti akan uji coba dulu misalnya satu pekan. Lalu evaluasi akan dilanjutkan atau tidak," tutur dia.

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id