NasDem Dorong Pemerintah Tetapkan KLB di Bencana NTT

    Medcom - 05 April 2021 07:42 WIB
    NasDem Dorong Pemerintah Tetapkan KLB di Bencana NTT
    Banjir bandang menerjang salah satu desa di pulau Adonara, Flores Timur, Minggu, 4 April 2021. Antara/HO- BPBD Lembata.



    Waingapu: Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel meminta Pemerintah Pusat segera menetapkan status Keadaan Luar Biasa (KLB) atas bencana banjir di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia mengajak semua pihak untuk bersimpati dan membantu korban bencana.

    "Karena sudah darurat," katanya di Waingapu, Sumba Timur, Senin, 5 April 2021. 






    Hampir seluruh NTT dilanda banjir. Namun yang paling parah adalah di Flores Timur dan Lombata. Di dua kabupaten ini terkena longsor dan banjir bandang akibat hujan terus menerus. Puluhan korban meninggal dunia.

    Karena itu Gobel meminta kepada pemerintah untuk mempertimbangkan penetapan status KLB. Saat ini penduduk membutuhkan bantuan segera seperti tempat tinggal, pakaian, dan makanan. 

    "Mereka butuh bantuan segera," kata politikus NasDem ini.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Longsor Flores Timur jadi 54 Orang

    Gobel dan pemprov NTT akan berkoordinasi untuk menyumbang bantuan seperti membuka dapur umum, selimut, dan sejumlah kebutuhan logistik lainnya.

    Hingga Minggu malam, 4 April 2021, jumlah korban tanah longsor di Desa Nele Lamadiken, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mencapai 54 orang.
     
    "Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada 54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan," kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli ketika dikonfirmasi Minggu, 4 April 2021. 
     
    Tanah longsor di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng terjadi pada Minggu, sekitar pukul 01.00 Wita, ketika daerah setempat diguyur hujan lebat serta angin kencang yang berlangsung cukup lama.

    Ia mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan banjir dan tanah longsor yang membawa serta kayu dan batu besar hingga menghantam permukiman warga desa itu.
     
    Selain menelan korban jiwa, puluhan rumah di Desa Nele Lamadiken beserta berbagai barang berharga milik warga setempat juga ludes diterjang longsor.
     
    Ia mengatakan saat ini upaya pencarian korban masih terus berlangsung di lapangan oleh petugas dengan dukungan berbagai elemen masyarakat setempat.
     
    "Ada korban meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa Nele Lamadiken karena terseret banjir," katanya.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id