Bupati Nganjuk Ingatkan Waspada Cuaca Selama Pencarian Korban Longsor

    Antara - 16 Februari 2021 12:16 WIB
    Bupati Nganjuk Ingatkan Waspada Cuaca Selama Pencarian Korban Longsor
    Relawan melakukan pencarian korban di kawasan longsor Desa Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). (ANTARA Jatim/Prasetia Fauzani)



    Nganjuk: Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat meminta seluruh personel yang terlibat dalam pencarian korban tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, untuk waspada terhadap cuaca terutama hujan.

    "Waspada dan hati-hati, karena kondisi lapangan masih sangat rawan. Kontur tanahnya bergerak dan selepas jam 14.00 WIB itu mengkhawatirkan, intensitas hujannya," kata Novi, Selasa, 16 Februari 2021.




    Novi berharap cuaca lebih bersahabat saat pencarian para korban tanah longsor agar segera ditemukan. Ia mengaku prihatin dengan musibah tanah longsor sebab masih ada 21 warganya yang dinyatakan hilang.

    Hingga Selasa, 11 orang sudah ditemukan. Dari jumlah itu, dua orang selamat sedangkan sisanya meninggal.

    Novi juga mengapresiasi para relawan yang bahu membahu turut mencari para korban. "Diharapkan dengan itu pencarian bisa lebih optimal," ungkapnya.

    Baca juga: Pemkab Bekasi Tutup Sementara Tempat Ibadah di Zona merah

    Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menambahkan tim memang fokus untuk pencarian para korban yang belum ditemukan.

    "Kami fokuskan pencarian korban yang belum ditemukan. Lokasi satu titik, jadi agak enak (pencarian)," kata Wabup.

    Pemkab Nganjuk juga mendapatkan bantuan dari daerah lain untuk alat berat. Jika sebelumnya ada tiga unit alat berat untuk pencarian korban tanah longsor, di hari kedua pencarian ada tambahan dua alat berat, sehingga total ada lima unit.

    Di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, terdapat total 186 orang yang tinggal. Dari jumlah itu, 25 orang merantau. Namun, 21 warga setempat dilaporkan hilang.

    Sementara itu, para pengungsi juga sudah dievakuasi di tiga lokasi, yakni sekolah dasar, dekat dengan lokasi posko utama di kantor kecamatan, lalu rumah kepala desa, dan sisanya ada juga di dapur umum. Lokasi dapur umum cukup luas, sehingga warga juga bisa tinggal sementara.

    Kebutuhan para pengungsi juga dipastikan terpenuhi, baik soal makanan hingga gizi. Mereka juga mendapatkan bantuan untuk keperluan sehari-hari.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id