Lamongan Punya Tempat Pengolaan Sampah Terpadu Terbesar di Jatim

    Amaluddin - 24 November 2020 20:28 WIB
    Lamongan Punya Tempat Pengolaan Sampah Terpadu Terbesar di Jatim
    Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 'Sampahku Tanggung Jawabku' (Samtaku) di Desa Banjarmendalan, Lamongan, Jawa Timur. Dokumentasi/ istimewa
    Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut wilayahnya memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 'Sampahku Tanggung Jawabku' (Samtaku) di Desa Banjarmendalan, Kabupaten Lamongan. TPST yang berada di pesisir pantai utara ini menjadi yang terbesar di Jatim dengan kapasitas pengolahan sampah 60 ton per hari.

    "Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif dan kolaborasi yang dibangun," kata Emil di sela peresmian TPST Samtaku Lamongan, melalui daring, Selasa, 24 November 2020.

    Baca: Herman Deru Hadirkan 1 Ambulans 1 Desa untuk 3.500 Desa se-Sumsel

    Emil menjelaskan dengan dibangunnya TPST, ini menjadi pembuktian Provinsi Jatim yang berkomitmen untuk bersih dari sampah secara berkelanjutan. Menurut Emil TPST itu hasil kerja sama berbagai pihak seperti unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat.

    "Kami harap TPST ini dapat menjalankan penanganan sampah plastik dengan baik," jelasnya.

    Untuk pembangunan TPST ini, Danone-AQUA berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan selaku pemegang kebijakan dan penyedia lahan, serta menyiapkan infrastruktur pengolah sampah sebagai upaya pengelolaan yang terintegrasi. Juga berkolaborasi dengan PT Reciki Solusi Indonesia untuk operasional sehari-hari.

    "Kami sangat berbangga TPST Samtaku Lamongan dapat menjadi terbesar di Jatim. Ini juga upaya mewujudkan Zero Waste to Landfill atau nol sampah yang masuk ke TPA," kata Sustainable Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo.

    Dengan kemampuan mengolah sampah 60 ton per hari, kata dia, TPST merupakan perwujudan ambisi #BijakBerplastik yang dicanangkan Danone-AQUA untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut hingga 70 persen.

    Dalam masa percobaan operasional yang berlangsung sejak Maret hingga November 2020, TPST Samtaku Lamongan mengolah 3.950 ton sampah yang 20 persennya adalah sampah plastik.

    CEO PT Reciki Solusi Indonesia, Bhima Aries Diyanto, menyampaikan TPST Samtaku Lamongan menggabungkan metode pemilahan manual dan mekanis, menggunakan mesin khusus yang dapat memisahkan sampah sulit terurai bernilai ekonomis dari sampah mudah terurai hingga 95 persen.

    "Termasuk mereduksi sampah yang masuk ke TPA hingga 70 persen," ujarnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id