8 Prajurit TNI AD Jadi Tersangka Pembakar Rumah Dinas Kesehatan

    Media Indonesia.com - 13 November 2020 09:56 WIB
    8 Prajurit TNI AD Jadi Tersangka Pembakar Rumah Dinas Kesehatan
    Komandan Puspomad Letjen TNI Dodik Wijanarko (kiri) bersama dengan jajarannya setelah menggelar jumpa pers. MI/MOHAMAD IRFAN
    Jakarta: Sebanyak delapan prajurit TNI AD ditetapkan jadi tersangka pembakaran rumah dinas kesehatan di Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Akibat aksi itu, kerugian ditaksir Rp1,3 miliar. 

    "Delapan tersangka itu, yakni Kapten Infanteri SA, Letda Infanteri KT, Serda MFA, Sertu S, Serda ISF, Kopda DP, Pratu MI, dan Prada MH," ujar Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen Dodik Wijanarko, melansir Mediaindonesia.com, Jumat, 13 November 2020.

    Dodik menyampaikan, kerugian akibat pembakaran itu akan ditanggung TNI-AD. KSAD Jenderal Andika Perkasa, ucap Dodik, menyatakan akan membangun kembali rumah dinas kesehatan itu. 

    Pembakaran rumah dinas kesehatan itu ditengarai berkaitan dengan penembakan Pendeta Yeremia Zanambani. Ketika itu, TNI tengah melakukan penyisiran mencari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga berkaitan dengan penembakan Pratu Dwi Akbar Utomo.

    Baca: TNI Tetap Lanjutkan Operasi di Sugapa Papua

    Dia memastikan, pihaknya masih terus mengusut kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, September lalu. Dia menjamin akan menindak anggota yang terlibat.

    "Apabila di kemudian hari sudah didapat alat bukti yang cukup, akan dilaksanakan proses hukum sebagaimana mestinya," ucap Dodik.

    Dodik mengatakan tim gabungan TNI-AD dan Kodam XVII/Cenderawasih masih meminta keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim juga memerlukan hasil forensik kematian, tetapi belum bisa mendapatkan lantaran belum adanya autopsi. 

    "Kita tidak ingin salah menentukan tersangka. Tentunya menentukan tersangka ke orang yang betul-betul melakukan dan berbuat kesalahan," ujar Dodik. 

    Baca: KKB Papua Rampok Dana Desa untuk Beli Senjata

    Sementara itu, Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Intan Jaya, Benny Mamoto, mengapresiasi sikap tanggap dan langkah cepat KSAD dalam merespons dan menindaklanjuti temuan TGPF. hal itu menunjukkan komitmen dan keseriusan pimpinan TNI-AD membangun kepercayaan publik, khususnya masyarakat Papua. 

    "Saya juga mengapresiasi keputusan KSAD untuk memberikan ganti rugi atau membangun kembali rumah dinas kesehatan Hitadipa. Ini akan membuat masyarakat semakin percaya kepada aparat," jelasnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id