Larangan Gelar Pesta Pernikahan di Kota Padang Dicabut

    Media Indonesia.com - 05 Desember 2020 10:22 WIB
    Larangan Gelar Pesta Pernikahan di Kota Padang Dicabut
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Padang: Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, mencabut surat edaran larangan menggelar pesta pernikahan bagi warga dan kegiatan bagi pelaku usaha sejak Jumat, 4 Desember 2020.

    "Dengan demikian, masyarakat Kota Padang sudah dibolehkan menyelenggarakan pesta pernikahan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," kata Pelaksana Tugas Wali Kota Padang Hendri Septa, Sabtu, 5 Desember 2020.

    Akan tetapi, ia menyarankan, saat pelaksanaan pesta pernikahan, masyarakat memakai nasi kotak untuk konsumsi para tamu undangan. Hal itu untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi pada penyebaran covid-19. 

    "Lebih bagus lagi jika masyarakat tidak melakukan pelayanan prasmanan dan memakai nasi kotak. Artinya ini juga untuk meminimalkan terjadinya kerumunan," ujarnya.

    Hendri menceritakan pengalamannya saat melihat salah seorang warga Padang yang menggelar hajatan. Di sana hanya ada sekitar 50 tamu undangan. Mereka menata ruangan sedemikian rupa.

    Baca juga: Polres Metro Bekasi Kota Bentuk Tim Pemburu Covid-19

    Tuan rumah juga tidak melakukan pelayanan prasmanan tapi diganti dengan nasi kotak untuk tamu undangan. Ini dapat mengurangi interaksi dari pengunjung pesta. 

    "Kita berharap ini dapat dicontoh oleh masyarakat, supaya kita dapat terhindar dari penularan wabah covid-19," harapnya.

    Sebelumnya, Pemkot Padang memberlakukan kebijakan pelarangan pesta pernikahan guna menekan angka penularan covid-19 mulai 9 November 2020. Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan pesta perkawinan cukup menikah di kantor KUA, rumah ibadah, atau di rumah, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    Pelarangan pesta pernikahan berlaku di gedung, convention center ataupun di rumah. Larangan pesta pernikahan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha. 

    Hendri mengemukakan larangan mengadakan pesta perkawinan tersebut diberlakukan karena semakin tingginya kasus penyebaran covid-19 di Kota Padang. (Basuki Eka Purnama)


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id