Bakal Calon Independen di Malang Hanya Satu Pasangan

    Daviq Umar Al Faruq - 22 Februari 2020 11:03 WIB
    Bakal Calon Independen di Malang Hanya Satu Pasangan
    Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
    Malang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Jawa Timur, membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur independen. Penyerahan dokumen syarat dukungan ke KPU dimulai sejak 18 Februari hingga 23 Februari 2020.

    Namun sejauh ini baru satu pasangan bakal calon yang sudah meminta akun sistem informasi pencalonan (Silon) serta menyerahkan dokumen syarat dukungan ke KPU, yakni pasangan Heri Cahyono-Gunadi Handoko dengan jargon 'Malang Jejeg'.

    "Yang meminta username dan password untuk perseorangan dari tim Malang Jejeg saja. Jadi baru satu bakal pasangan calon," kata Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini, saat dikonfirmasi, Sabtu, 22 Februari 2020.

    Anis menjelaskan jumlah minimal syarat dukungan untuk calon perseorangan di Kabupaten Malang, yakni sebanyak 129.796 KTP. Jumlah minimal ini dihitung dari 6,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Malang sejumlah 1.996.857 pemilih.

    Syarat dukungan tersebut pun harus tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Malang atau 50 persen lebih dari jumlah kecamatan di Kabupaten Malang yang berjumlah sebanyak 33 kecamatan.

    Anis menjelaskan masih ada proses panjang yang harus ditempuh oleh bakal calon perseorangan untuk mengikuti Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang 2020. Usai bakal calon menyerahkan dokumen syarat dukungan, KPU bakal memverifikasi terlebih dahulu dokumen tersebut.

    "Karena, yang harus dipenuhi ketika menyerahkan adalahn harus menyetorkan B.1 KWK dan B.11 KWK, itu asli dan salinan. Kemudian B.2 KWK. Manakala ada satu yang tidak terpenuhi, tidak menyerahkan salinannya, ini juga belum bisa kami terima hari ini," jelas Anis.

    KPU masih memberikan kesempatan kepada calon perseorangan untuk memenuhi syarat yang diajukan hingga 23 Februari 2020. Jika sudah terpenuhi, baru KPU bisa memberikan berita acara serah terima. 

    "Sebelum berita acara diberikan. Kita hitung yang sudah diupload di silon itu akan kita hitung dengan fisiknya B.1. Manakala, sesuai, maka akan kami terbitkan berita acara. Manakala B.1 itu ternyata ada yang tidak dihitung sebagai dukungan, berarti kita sisihkan," ungkap Anis.

    Setelah proses verifikasi kesesuaian syarat dukungan berupa formulir dan KTP, tahapan selanjutnya dari KPU adalah verifikasi administrasi yang rencananya dimulai 26 Februari 2020. Setelah verifikasi administrasi, baru KPU melakukan verifikasi faktual.

    Apabila dukungannya tidak memenuhi syarat, atau terdapat kegandaan, maka ketika masa perbaikan, syarat dukungan yang harus disetor sebanyak dua kali lipat dari sisa yang sebelumnya. Misalnya, dukungan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 100 KTP, maka perbaikan yang harus disetor sebanyak 200 KTP.

    "Total selesai akan kita rekap pada 26-27 Mei 2020. Nanti ketika sudah rekap, setelah itu baru penetapan. Pendaftaran calon, masih pada 16 Juni 2020. Ini sekarang kita selesaikan semua untuk jalur perseorangan, barulah untuk mendaftar," pungkas Anis.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id