Kades di Purworejo Diduga Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar

    Bagus Aryo Wicaksono - 03 September 2020 19:07 WIB
    Kades di Purworejo Diduga Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar
    Ilustrasi: Medcom.id
    Purworejo: Polres Purworejo menangkap Kepala Desa Wonosari, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo berinisial SD, dan U, Plt Sekretaris Desa. Mereka diduga melakukan korupsi dana desa lebih dari Rp1 miliar. 

    Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agil Widyas Sampurna mengatakan U memanfaatkan jabatan sebagai Plt Sekdes mengutip dana desa dari tahun 2016 sampai 2018. Ia dibantu oleh Kepala Desa dalam melancarkan aksinya. 

    "Dana desa tahun 2016 sampai 2018 setelah ditarik dari kas oleh Kepala Desa dan Bendahara langsung disetorkan ke tersangka U selaku Plt Sekdes," kata Agil. 

    Agil mengatakan, uang itu seharusnya ditujukan untuk kegiatan pembangunan fisik yang dilakukan oleh Tim Pengelola Kegiatan desa. Namun kegiatan pembangunan fisik dilakukan oleh U tanpa melibatkan TPK. Tindakan U diduga disetujui oleh SD sebagai kepala desa. 

    "Kecurigaan adanya penyelewengan muncul karena kegiatan pembangunan fisik yang dilakukan U tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu ada temuan mark up RAPBDes kegiatan fisik maupun non fisik yang sama namun dengan dua anggaran berbeda," imbuh Agil. 

    Agil menuturkan pihaknya telah meminta keterangan terhadap 43 saksi dan tiga orang saksi ahli mulai dari bendahara desa sampai perangkat desa untuk mengetahui dugaan penyelewengan yang dilakukan U dan SD. 

    Selain itu polisi juga mengantongi sejumlah barang bukti berupa dokumen laporan anggaran fiktif, berkas rekening desa, kuitansi pembayaran material dan sejumlah stampel yang diduga palsu. 

    "Keduanya kami kenakan Pasal 2 ayat (1) Subs pasal 3 UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar," ujarnya. 

    Terpisah, SD membantah menyelewengankan dana desa. Ia berdalih U memalsukan tanda tangan dan capnya. Bahkan ia mengaku tidak mendapat uang dari U sedikitpun. 

    "Saya sama sekali tidak tahu. Uang yang ditarik diminta oleh U dengan alasan untuk membayar kebutuhan material dan bahan penunjang pembangunan lain. Banyak laporan yang ada tanda tangan dan cap saya palsu," kata SD.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id