Hewan Kurban di Malang Diperiksa Jelang Iduladha

    Daviq Umar Al Faruq - 28 Juli 2020 19:15 WIB
    Hewan Kurban di Malang Diperiksa Jelang Iduladha
    Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Malang melakukan pemeriksaan hewan kurban, Selasa 28 Juli 2020.
    Malang: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Malang melakukan pemeriksaan hewan kurban, Selasa 28 Juli 2020. Pemeriksaan ini dilakukan jelang Hari Raya Iduladha untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih.

    Tim dokter dari Dispertan Kota Malang memeriksa kondisi tubuh, gigi hingga perilaku hewan kurban yang dijual di kawasan Jalan Raya Sulfat, Kota Malang. Setelah dinyatakan sehat, hewan kurban tersebut langsung diberi stiker. 

    "Kami melakukan pemeriksaan klinis yang meliputi kondisi lendir, suhu tubuh, posisi, sikap berdiri, tindak tanduk dan seluruh kondisi kesehatannya," terang salah seorang tim dokter Dispertan Kota Malang, Hilda Sari.

    Pemeriksaan tersebut dilakukan di beberapa titik penjualan hewan kurban yang terletak di lima kecamatan di Kota Malang. Ada 15 tim yang melakukan pemeriksaan secara langsung. 

    "Sampai saat ini, sudah ada 50 lokasi penjualan hewan kurban yang diperiksa. Kalau tahun lalu, kami melakukan pemeriksaan di 120 lokasi penjualan hewan kurban," beber Hilda.

    Selama melakukan pemeriksaan, tim dokter Dispertan Kota Malang sempat mendapatkan beberapa temuan hewan kurban yang tidak layak jual. Yakni hewan kurban yang tanduknya patah, mengalami diare hingga terjangkit penyakit kulit. 

    "Ketika ditemukan indikasi tersebut, kami meminta pedagang untuk tidak menjual hewan itu lagi," ungkapnya.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mengeluarkan surat edaran khusus untuk mengatur penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Iduladha 2020. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan terkait hewan kurban yang wajib dilakukan pemeriksaan dan dipastikan dalam kondisi sehat.

    "Kami sudah ada surat edaran untuk itu, hewan kurban sebelumnya harus diperiksa dan dipastikan kondisinya sehat," kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

    Sutiaji menambahkan, proses penyembelihan dan pembagian hewan kurban boleh diserahkan kepada masing-masing panitia masjid. Namun, harus dilakukan penataan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

    "Apalagi, kegiatan ini setiap tahun selalu memunculkan kerumunan warga. Maka, kali ini harus dilakukan dengan meminimalisir jumlah warga yang hadir," bebernya.

    Selain itu, Sutiaji meminta kepada seluruh panitia kurban untuk memakai sarung tangan, masker, dan memakai pakaian lengan panjang saat proses penyembelihan berlangsung. Serta, tetap menyedikan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

    "Kalau diserahkan ke masjid ya tetap pakai protokol covid-19. Harus physical distancing. Penyembelih dan panitianya tidak boleh sakit. Sebelum melakukan kegiatan, harus di thermo gun dulu. Ini kan skrining awal, memastikan dia dalam kondisi tidak sakit," tegasnya.

    (ALB)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id