50 Persen Wilayah Jabar Masih Zona Merah Covid-19

    Antara - 17 Mei 2020 20:36 WIB
    50 Persen Wilayah Jabar Masih Zona Merah Covid-19
    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Medcom.id/ Roni Kurniawan
    Bandung: Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat akan berakhir pada Rabu, 19 Mei 2020.  Namun, 50 persen kabupaten/kota di Jawa Barat masih berstatus zona merah covid-19 (korona)

    "PSBB Jabar sudah mau 14 hari selesai, evaluasinya menghasilkan ada sekitar 50 persen daerah masih zona merah, 30 persen sudah membaik menjadi zona kuning, dan ada sekitar empat daerah menjadi zona biru. Ini akan diputuskan Rabu (19 Mei 2020), PSBB skala provinsi akan dilanjutkan dengan skala proporsional,” kata Kang Emil di Bandung, Minggu, 17 Mei 2020

    Nantinya, kata Emil, hasil evaluasi PSBB di Jabar menjadi rujukan bagi kabupaten/kota untuk menentukan kelanjutan PSBB di wilayahnya. “Hasil evaluasi ilmiah ini menjadi dasar keputusan bapak/ibu (bupati/wali kota) semua apakah akan melanjutkan PSBB di level kabupaten/kota masing-masing atau ada penyesuaian-penyesuaian,” jelasnya.

    Emil sapaan karibnya menjelaskan daerah zona merah, artinya masih ditemukan kasus covid-19 pada satu atau lebih klaster dengan peningkatan kasus yang signifikan. PSBB diterapkan penuh pada daerah tersebut. Daerah zona kuning, ditemukan kasus covid-19 pada klaster tunggal dan bisa dilakukan PSBB parsial.

    Sementara zona biru berarti ditemukan kasus covid-19 secara sporadis, baik kasus impor (imported case) atau penularan lokal.  Di daerah dengan zona ini cukup perlu dilakukan physical distancing.

    “Nanti tidak semua, 27 kabupaten/kota, melaksanakan PSBB, tapi akan diserahkan kepada kepala daerah. Apakah zona merah yang 50 persen ini akan melanjutkan (PSBB), apakah zona kuning dan zona biru kemungkinan tidak akan melanjutkan PSBB dalam skala penuh. Jadi, Jabar akan melanjutkan PSBB skala parsial, proporsional sesuai dengan situasi di daerah masing-masing,” katanya.

    Emil juga menjelaskan dari evaluasi PSBB Jabar hingga kini, tidak ditemukan adanya pergerakan atau penyebaran kasus COVID-19 di 63 persen wilayah Jabar. “Lalu ada sekitar 20 persenan wilayah yang tidak ada pemudik dan wilayah itu tidak ada pergerakan ODP, PDP, dan lain-lain, sehingga 20 persen ini perlakuannya tidak bisa disamakan dengan mereka yang perlu diwaspadai,” katanya.

    Pemerintah Provinsi Jabar tidak akan menurunkan level pengawasan, termasuk menjelang Hari Raya Idulfitri. Pelaksanaan ibadahdilakukan sesuai dengan zona atau level kewaspadaan di daerah masing-masing.

    “Nah, kepada yang mereka yang termasuk ke dalam level biru, maka kebijakan bisa lebih longgar, dengan tetap menjauhi kerumunan dan ada protokol kesehatan, tapi kegiatan sudah bisa 100 persen. Kalau dia masih level merah seperti sekarang, itu kegiatan ekonomi atau apapun (dibatasi) hanya 30 persen,” ujar Kang Emil.

    Ia merekomendasikan kepada kabupaten/kota yang masih ada di level empat atau zona merah untuk tetap melakukan PSBB secara penuh. Namun kepada kabupaten/kota yang sudah termasuk zona kuning dan biru bisa melakukan PSBB parsial.

    “Hampir semua yang namanya kota (di Jabar) itu masuk yang level merah, kecuali Kota Bandung, sudah masuk kategori level kuning atau level tiga dari lima level itu,”ujar Emil.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id