Pengungsi Banjir Pekalongan Capai Ribuan Jiwa

    Akhmad Safuan - 26 Februari 2020 11:29 WIB
    Pengungsi Banjir Pekalongan Capai Ribuan Jiwa
    Warga terdampak banjir di Pekalongan, Jawa Tengah. (Foto: MI/Akhmad Safuan)
    Pekalongan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyebut banjir akibat meluapnya Sungai Bremi dan Meduri, membuat 14.000 jiwa terdampak dan 3.154 rumah terendam.

    Kepala BPBD Kota Pekalongan Sasmita mengatakan, jumlah pengungsi saat ini tercatat 1.505 jiwa. Kondisi banjir terparah berada di Kecamatan Pekalongan Utara dan Barat.

    "Jumlah pengungsi bertambah pada malam tadi, karena banjir terus meluas dengan ketinggian mencapai 500 sentimeter (cm) hingga 1,2 meter," kata Sasmita, Rabu, 26 Februari 2020.

    Sasmita mengungkapkan secara keseluruhan, 80 persen wilayah Kota Pekalongan terendam banjir. Sehingga untuk mengantisipasi kebutuhan, distribusi logistik dan obat-obatan ditingkatkan. 

    Baca juga: Pekalongan Nyatakan Status Darurat Bencana

    "Termasuk juga dapur umum menambah porsi makanan bagi warga baik di pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah-rumah," jelasnya.

    Sementara itu, di wilayah Kabupaten Pekalongan, pengungsi tersebar di 34 titik. Masjid dan musala merupakan tempat paling banyak menampung masyarakat yang mengungsi.

    Data dari posko induk di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, jumlah pengungsi di daerah ini telah mencapai 2.956 jiwa atau meningkat dari sebelumnya sebanyak 600 jiwa. Masyarakat terdampak banjir pun meningkat dari 13.929 jiwa menjadi 64.000 Jiwa.

    Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardja menuturkan, dampak hujan yang terus turun, luas wilayah dilanda banjir meningkat merata di beberapa kecamatan. Sehingga, jumlah pengungsi pun meningkat.

    Baca juga: 4 Kecamatan di Kota Bekasi Terendam Banjir

    "Kita masih berupaya menyatukan lokasi pengungsian untuk mempermudah distribusi bantuan," tambahnya.

    Guna mengurangi ketinggian air dan genangan, lanjut Budi Rahardja, Bupati Pekalongan telah menginstruksikan dilakukan penjebolan Sungai Mrican dan juga penambahan pompa air. Sedangkan untuk jangka pendek dilakukan normalisasi saluran.

    "Saat ini yang penting menangani korban agar tidak kekurangan makanan dan tetap terjaga kesehatannya," pungkas dia.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id