Kemenag Diminta Waspadai Travel Umrah Kutip Biaya Tambahan

    Mustholih - 28 Februari 2020 13:29 WIB
    Kemenag Diminta Waspadai Travel Umrah Kutip Biaya Tambahan
    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: MI/Susanto)
    Semarang: Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah diminta menjelaskan kepada calon jemaah umrah Jateng yang batal berangkat ke Arab Saudi. Calon jemaah berhak mengetahui musabab Pemerintah Arab Saudi melarang mereka masuk ke negaranya.

    "Saya minta tolog Kemenag Jateng komunikasi dengan para penyelenggara (umrah) untuk berkomunikasi dengan para jemaah, sampaikan apa yang terjadi," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 28 Februari 2020.

    Selain itu, Ganjar meminta Kemenag Jateng juga mencari informasi ke Kemenag Pusat seputar putusan akhir dari Pemerintah Arab Saudi soal larangan umrah bagi jemaah dari seluruh negara. Sebab, Ganjar mendengar Kementerian Luar Negeri masih negosiasi dengan Arab Saudi untuk bisa menerima jemaah umrah Tanah Air menjalankan ibadah di sana. 

    "Agar kita bisa mengerti nanti putusan akhirnya seperti apa. Kita belum tahu dari Arab Saudi putusannya apa, termasuk dari Kemlu. Kemlu masih bicara, saya dengar seperti itu," beber Ganjar.

    Ganjar mewanti-wanti betul Kemenag Jateng untuk segera turun tangan. Ganjar mengaku khawatir momen ini dimanfaatkan oleh biro perjalanan nakal dengan mengutip biaya tambahan bagi calon jemaah. 

    "Ini yang saya khawatirkan, biaya tambahannya untuk apa. Kenapa Kanwil harus turun tangan, agar bisa ngerti urusan-urusan ini. Jangan sampai konsumen dirugikan terus menerus," tegas Ganjar.

    Seperti diketahui, Pemerintah Arab Saudi melarang masuk jemaah umrah dari seluruh negara. Kebijakan itu diambil sebagai antisipasi masuknya virus korona atau Covid-19 ke Arab Saudi.

    Kebijakan ini mengakibatkan ribuan warga Indonesia batal menjalankan umrah. Di Jawa Tengah, ada 3.225 orang yang berpotensi gagal berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan umrah.

    Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Tengah (Jateng) M Saidun mengatakan belum mempunyai rencana ke depan setelah calon jemaah jJateng batal ke Arab Saudi. "Kita masih menunggu info dari pusat," katanya di tempat terpisah.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id