Direktur RSUD Pasaman Barat Jadi Tersangka Usai Membentak Bawahan

    Antara - 01 Juli 2020 15:30 WIB
    Direktur RSUD Pasaman Barat Jadi Tersangka Usai Membentak Bawahan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Simpang Empat: Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat, Yuswardi, ditetapkan menjadi tersangka. Yuswardi tersangkut kasus dugaan tindakan sewenang-wenang terhadap bawahannya Reni Hirda.

    "Dalam waktu dekat akan dipanggil sebagai tersangka untuk dimintai keterangan," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Pasaman Barat, AKP Defrizal di Simpang Empat, Pasaman Barat, Sumatra Barat, Rabu, 1 Juli 2020.

    Ia mengatakan, penetapan Yuswardi sebagai tersangka setelah pihaknya memeriksa sejumlah saksi dan pelapor. Yakni ahli bahasa, rekan pelapor, dan terlapor.

    "Tersangka terancam Pasal 310 kasus penghinaan, dengan ancaman penjara di bawah lima tahun," jelasnya.

    Sementara itu, kuasa hukum pelapor, Afni Gusni Susanti dan Yung Nikmat, mengatakan perkara itu sesuai laporan polisi nomor LP/152/IV/2020/SPKT Res Pasbar tanggal 4 April 2020 terkait dugaan tindak pidana penghinaan.

    Ia menjelaskan kejadian berawal dari rencana mengelompokkan aset yang akan dimusnahkan dan aset yang akan diperbaiki tim aset RSUD. Barang-barang tersebut akan dipindahkan ke ruang lain.

    Setelah beberapa hal pembicaraan yang terjadi antara pelapor dan tersangka, puncaknya pada Selasa, 31 Maret 2020, pelapor membuat postingan di WhatsApp Group (WAG) internal manajemen RSUD dengan kalimat kecewa dengan pemindahan aset yang amburadul.

    Kemudian tersangka memanggil semua bawahannya untuk segera menghadap ke ruangannya. Dalam pertemuan itu pelapor memberikan keterangan, tapi belum selesai bicara langsung dipotong tersangka dengan tindakan memukul meja, langsung berdiri, menghina dan mengeluarkan kata tidak pantas.

    Sementara itu, Yuswardi mengaku menghormati proses hukum yang kini berjalan. Namun, dia menyayangkan pelaporan tersebut.

    "Itu adalah masalah antara atasan dan bawahan. Saya sangat kaget sampai ke penegak hukum. Namun proses hukum saya hormati," ujarnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id