Insentif Perawat Covid-19 Jatim Baru Cair 30%

    Amaluddin - 30 Juni 2020 18:52 WIB
    Insentif Perawat Covid-19 Jatim Baru Cair 30%
    Ilustrasi--Petugas membawa limbah infeksius dari ruang isolasi covid-19 di RSUD Kartini, Jepara, Jateng. (Foto: Istimewa)
    Surabaya: Ketua Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Nursalam, mendesak pemerintah segera mencairkan insentif bagi perawat. Hingga kini, insentif bagi perawat baru dicairkan sebanyak 30 persen. 

    "Kami berharap ada perlindungan dari pemerintah bagi perawat dari berbagai aspek, termasuk insentif. Kendalanya karena proses administrasinya panjang, mulai dari Dinkes kabupaten/kota, lalu ke Dinkes Provinsi dan Kemenkes," kata Nursalam, Selasa, 30 Juni 2020.

    Ia membeberkan, besaran insentif untuk masing-masing tenaga medis, yakni Rp15 juta untuk dokter spesialis, Rp10 juta untuk dokter umum dan dokter gigi, Rp7,5 juta untuk bidan atau perawat, dan Rp5 juta untuk tenaga medis lain. Sedangkan petugas medis yang meninggal akibat covid-19 mendapatkan santunan kematian sebesar Rp300 juta.

    Selain insentif, Nursalam meminta perawat berstatus pekerja kontrak tidak diberhentikan ketika sakit. Sebab mereka juga telah bekerja sambil menghadapi risiko tinggi tertular covid-19.

    "Stigma atas mereka jangan sampai terjadi. Apalagi risiko mereka tertular covid-19 lebih tinggi dari profesi lain," ujarnya.

    Baca juga: Lab Unhas Hentikan Sementara Pemeriksaan PCR

    Menurut dia, petugas medis juga butuh perhatian yang sama seperti pasien covid-19. Salah satunya difasilitasi pemeriksaan swab secara berkala, penyediaan alat pelindung diri (APD) lengkap, dan pemenuhan dasar lainnya.

    "Pengaturan sif kerja, seminggu masuk seminggu libur juga mesti diatur," ungkap dia.

    Ia membeberkan sebanyak 144 orang perawat terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan data PPNI Jatim. Mereka tersebar di puskesmas maupun RS rujukan covid-19.

    Sebanyak sembilan perawat meninggal saat membantu penanganan pasien covid-19. Terbanyak, bertugas di Surabaya, enam orang. Kemudian di Tuban, Sidoarjo, dan Sampang, masing-masing satu orang.

    "Di Surabaya saja ada ada tambahan 14 orang dalam dua hari. 30 persen masih dirawat, ada juga yang sudah isolasi mandiri di rumah. Yang negatif ada, yang masih parah pakai ventilator pun ada," jelas Nursalam.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id