Kubah Lava Merapi Semakin Terkikis

    Ahmad Mustaqim - 01 Juli 2020 19:11 WIB
    Kubah Lava Merapi Semakin Terkikis
    Gunung Merapi--Antara/Hendra Nurdiyansyah
    Yogyakarta: Gunung Merapi tercatat telah meletus 14 kali, sejak 2019 hingga Juni 2020. Letusan pada 21 Juni lalu membuat kubah lava terkikis.

    "Letusan terakhir itu juga menyebabkan kubah lava terkikis 19 ribu meter kubik," ujar Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengamatan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, Rabu, 1 Juli 2020. 

    Agus menjelaskan, letusan pada 21 Juni  menghasilkan kolom asap setinggi enam kilometer. Selain itu, abu letusan mencapai radius 30 kilometer di kawasan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

    Baca: Hujan Abu Merapi di Kawasan Borobudur Cukup Deras

    Namun, imbuh dia, letusan terbesar terjadi pada 10 Oktober 2019. Dia mengungkap, setiap letusan besar selalu mempengaruhi kondisi kubah lava. 

    "Kubah lava terus tumbuh sejak berstatus waspada 2018. Volume kubah lava pada hingga September 2019 ada 468.000 meter kubik. Hasil pantauan pada 13 Juni, volume kubah lava 200.000 meter kubik," ungkapnya. 

    Agus menyebut, letusan yang telah terjadi menunjukkan adanya tujuh fase. Mulai fase intrusi magma, fase intrusi konduit, fase intrusi kantong magma, fase intrusi konduit dangkal, fase ekstrusi pembentukan kubah lava, fase ekstrusi awan panas, dan fase ekstrusi magma di konduit dalam. 

    "Fase ekstrusi pembentukan kubah lava ini sampai Januari 2020. Sampai akhirnya kubah lava pada posisi dari sekitar 400 ribu meter kubik menjadi 200 ribu meter kubik," terangnya.

    Hasil evaluasi BPPTKG, kata dia, menunjukkan letusan Gunung Merapi terkandung seperti saat menjelang munculnya kubah lava. Selain itu, ada indikasi kemungkinan magma akan keluar. 

    Di sisi lain, BPPTKG masih memantau bersama jajaran di sejumlah pos pantauan. Setidaknya, ada 74 stasiun pantau dan 140 sistem sensor yang digunakan. 

    "Kita tinggal menunggu kapan magma keluar, kalau memang kekuatan (letusan) cukup kuat," jelasnya. 

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id