Kakek Sebatang Kara di Tegal tak Tersentuh Bantuan

    Kuntoro Tayubi - 11 Mei 2020 18:15 WIB
    Kakek Sebatang Kara di Tegal tak Tersentuh Bantuan
    Sutomo sedang duduk didampingi tetangganya di dalam gubuk reot yang nyaris ambruk di Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
    Tegal: Sutomo, kakek 90 tahun yang tinggal di sebuah gubuk di RT 04 RW 02 Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hidup sebatang kara tanpa uluran tangan pemerintah. Manula tuna netra itu bahkan sehari-hari hanya duduk di gubuk bekas kandang ayam.

    Jauh sebelum pandemi covid-19 datang, Sutomo hidup dengan belas kasih para tetangga. Bahkan saat korban akibat korona terus berjatuhan, kondisi Sutomo tak juga berubah.

    "Saya belum pernah dapat bantuan (pemerintah). Sehari-hari hanya diberi makanan oleh tetangga," tutur Sutomo, di gubuknya, Senin, 11 Mei 2020.

    Tak cuma soal makan, tempat tinggal Sutomo pun berdiri di atas tanah milik orang lain. Di dalam gubuk teronggok dipan tanpa kasur dan sepasang meja kursi yang nyaris ambruk.

    Pijakan Sutomo di dalam rumah pun masih berupa tanah. Setiap malam pun ia tak bisa menahan dingin lantaran dinding di sekelilingnya hanya berupa anyaman bambu hasil tangan warga dan tetangga setempat.

    Baca juga: 4 Penolak Korban covid-19 di Bandung Jadi Tersangka

    "Saya tinggal sendirian, karena istri sudah meninggal lama. Saya ingin lantai gubuk saya dipelur (disemen) supaya kalau hujan enggak becek, nyamuknya juga enggak banyak," tuturnya.

    Hingga saat ini, Sutomo mengaku belum pernah didata atau didatangi oleh petugas. Dia juga tidak tahu apakah pemerintah akan memberikan bantuan sosial untuknya.

    "Saya dulu punya Kartu Tanda Pendududuk (KTP), tapi sudah hilang. Pernah bikin lagi, tapi di kecamatan ditolak karena sudah lansia," imbuhnya.

    Tetangga Sutomo, Ahmad fauzi, 52, membenarkan jika Sutomo belum pernah mendapatkan bantuan apa pun, baik dari Pemerintah Pusat, Pemkab Tegal, maupun pemerintah desa setempat. Sementara itu, banyak warga yang dinilainya mampu mendapatkan bantuan dari pemerintah. 

    "Kalau makan dari tetangga. Status rumahnya juga milik tetangga. Rumah itu juga dibangun atas inisiatif warga. Kami berharap dapat bantuan, sehingga jadi sejahtera dan tidak sengsara," harapnya.

    Baca juga: Menko PMK Minta Penyaluran Bansos tak Tumpang Tindih

    Terpisah, Sekretaris Desa Gembongdadi, Untung Suropati, membantah, jika Sutomo tidak terdaftar sebagai penerima bantuan. Dia menegaskan, Sutomo merupakan penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari pemerintah pusat. Sesuai jadwal, bantuan akan digulirkan pada Rabu mendatang.

    "Informasinya Rabu (13 Mei 2020), bantuan sembako akan dibagikan," ujarnya.

    Dia menambahkan, warga Gembongdadi yang mendapatkan bantuan dari APBN terbagi menjadi dua jenis, yakni Bantuan Langsung Tunia (BLT) Rp600 ribu untuk 78 keluarga penerima manfaat (KPM) dan bantuan sembako senilai Rp200 ribu sebanyak 348 KPM.

    Sementara itu, bantuan dari APBD Kabupaten Tegal berupa beras 20 kilogram untuk 438 KPM. Sedangkan bantuan dari Pemprov Jateng berupa sembako senilai Rp200 ribu untuk 458 KPM.

    "Kami juga mengalokasikan anggaran untuk membantu warga dari Dana Desa (DD) nilainya Rp504 juta untuk 280 KPM. Tiap bulan dapat Rp600 ribu selama tiga bulan," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id