Kampus Diblokade, Mahasiswa SGU Terhambat Magang ke Luar Negeri

    Farhan Dwitama - 19 Desember 2016 15:44 WIB
    Kampus Diblokade, Mahasiswa SGU Terhambat Magang ke Luar Negeri
    Suasana kampus SGU diblokade pihak pengembang, MTVN - Farhan Dwi
    medcom.id, Tangerang: Ratusan mahasiswa tak dapat mengikuti kegiatan perkuliahan di Swiss German University (SGU) Kabupaten Tangerang, Banten. Sebab, pihak pengembang memblokade area kampus.

    Olivia Putri, mahasiswi semester 5 Jurusan Komunikasi, terganggu dengan tindakan tersebut. Ia mengaku, merasa tak nyaman dengan blokade.

    Olivia mengaku telah mengikuti ujian semester. Namun, ia harus mendatangi kampus untuk bersiap mengikuti program magang ke Jerman dan Swiss.

    "Jadi tolong pihak pengembang tak mengganggu kegiatan perkuliahan. Agar kami dapat tetap berkuliah," pinta Olivia di depan kampusnya, Senin (19/12/2016).

    Kesulitan pun dirasakan Arko, dosen Fakultas Life Science dan Technology SGU. Ia mencoba masuk ke kampus untuk bimbingan skripsi. Namun, beberapa orang melarangnya.

    Ia pun menjelaskan alasan kedatangannya ke kampus. Ia mengaku sudah menjadwalkan bimbingan skripsi pada seorang mahasiswnya.

    Arko khawatir mahasiswanya itu gagal mengerjakan skripsi. Sebab, mahasiswa itu perlu melakukan eksperimen dalam laboratorium di area kampus.

    "Namun eksperimen tak bisa dilakukan. Jadi yang bisa saya lakukan hanya mengambil laptop, alat-alat untuk riset kecil," kata Arko.

    Tapi, kata Arko, itu pun dipersulit. Beberapa orang di depan kampus melarangnya membawa ponsel dan dokumentasi. Arko pun harus mengisi surat keterangan dan menjalani penggeledahan. 

    "Saya sebagai dosen kok merasa dipersulit masuk ke 'rumah' sendiri. Biarkanlah kami dan mahasiswa menyelesaikan tugas-tugas yang waktunya sangat terbatas," tambah Arko.                                        
    Rektor SGU, Filiana Santoso, kecewa dengan tindakan blokade. Tindakan itu merugikan kepentingan umum, khususnya mahasiswa yang tengah menjalani masa pendidikannya.

    "Generasi penerus bangsa untuk mendapatkan haknya memperoleh pendidikan sesuai amanat Konstitusi," kata Filiana.

    Saat ini, jelas Filiana, sebagian mahasiswa tengah bersiap untuk magang di Jerman dan Swiss. Sebagian lain tengah memproses pengajuan skripsi. 

    Meski diblokade, Filiana menegaskan proses itu tetap berlangsung. Sementara itu, lanjutnya, dosen dan rektorat tetap berjuang agar kegiatan perkuliahan tetap berlanjut.

    Filiana menyebutkan pemblokadean terjadi sejak dua hari lalu. Sekelompok orang mendatangi kampus pada Sabtu malam 17 Desember.

    Di lain tempat, PT Bumi Serpong Damai (BSD) City Tbk mengatakan pemagaran di depan kampus bukan tanpa alasan. Sebab SGU menunggak pembayaran pinjam pakai pembangunan tanah itu sejak 2011.

    Kuasa hukum PT BSD Reno Hajar mengatakan aksi pemagaran merupakan tindak lanjut dari tunggakan tersebut. Sehingga BSD terpaksa mengakhiri pinjam pakai penggunaan tanah dan bangunan. 

    "Langkahnya yaitu berupa memasang papan pengumuman dan pemagaran tanah dan bangunan," ungkap Reno.



    (RRN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id