Sosialisasi Warga Terdampak Tol Dilakukan Pertengahan November

    Patricia Vicka - 24 Oktober 2019 20:49 WIB
    Sosialisasi Warga Terdampak Tol Dilakukan Pertengahan November
    Kepala Dispetarung DIY Krido Suprayitno (tengah) di kantor Gubernur Yogyakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka
    Yogyakarta: Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melakukan sosialisasi kepada warga yang terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen pada pertengahan November 2019. Sosialisasi akan dilakukan di 11 kecamatan yang terdampak pembangunan tol.

    "Kami sosialisasi langsung ke lokasi kecamatan yang terdampak. Nanti kalau sosialisasi Jogja Solo sudah setengah berjalan baru kita sosialisasi ke lima kecamatan terdampak Tol Jogja- Bawen," kata Kepala Dispetarung DIY Krido Suprayitno di kantor Gubernur Yogyakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Krido menjelaskan kegiatan sosialisasi akan dimulai di wilayah Kabupaten Sleman bagian timur. Kalasan menjadi kecamatan pertama yang akan disambangi.

    "Kalasan yang pertama karena jadi wilayah yang terdampak paling luas dan paling banyak. Ada 4 desa yang terdampak," jelas Krido.

    Sosialisasi di kecamatan ini akan berlangsung dalam dua tahap. Selain warga terdampak, pemda turut akan mengundang tokoh masyarakat dan pemerintah desa setempat.

    Nantinya dalam sosialisasi akan dipaparkan timeline dan proses pembangunan Tol, Detail Enginering Design (DED), proses pergantian serta jangka waktu pengadaan tanah.

    "Warga tidak perlu khawatir dengan proses ganti untung. Karena nanti akan ada tim appraisal yang ditunjuk untuk menghitung besaran nominal ganti untung untuk warga," jelas Krido.

    Sosialisasi diharapkan selesai sebelum pergantian tahun 2020. Kridho menambahkan trase tol Jogja-Solo sepanjang 10,9 kilometer akan dibuat melayang (elevated) seluruhnya. 

    Proyek ini akan melewati lahan pertanian, tanah kas desa, tanah milik kesultanan dan perumahan. Namun ia memastikan jalur tol tidak akan menabrak tanah situs Candi atau tanah yang mengandung benda purbakala yang banyak terdapat di wilayah Sleman bagian timur. 

    Saat ini Pemda DIY tengah mengurus Izin Penetapan Lokasi (IPL). Dispetarung juga tengah mengurus proses pelepasan tanah kas desa.

    "Targetnya IPL terbit 3 bulan. Tanah kas desa yang terpakai juga tengah dicari penggantinya," pungkas Krido.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id