DPRD DIY Dorong Pembentukan Perdes Mitigasi Bencana

    Patricia Vicka - 29 Oktober 2019 12:05 WIB
    DPRD DIY Dorong Pembentukan Perdes Mitigasi Bencana
    Komisi A DPRD DIY meninjau penampungan air sementara di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. (Foto: Medcom.id/Vicka)
    Yogyakarta: Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong pembentukan peraturan desa (perdes) tentang mitigasi bencana. Perdes dinilai urgen, salah satunya sebagai instrumen penanganan kekeringan.

    Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan melalui perdes mitigasi bencana bisa menggunakan dana desa. Apalagi dengan kondisi tiga kabupaten di DIY mengalami kekeringan parah selama musim kemarau.

    "Kalau sudah ada payung hukum jelas, dana desa tak hanya untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, namun bisa juga untuk penanggulangan bencana," kata Eko Suwanto, di Kulon Progo, Senin, 28 Oktober 2019.

    Menurut Eko peraturan desa memudahkan aparat di tiap desa mengatasi bencana. Setiap perangkat desa dibekali edukasi dan peningkatan kemampuan guna mencegah dan mengatasi kekeringan.

    "Perdes akan mempermudah koordinasi maupun konsolidasi di DIY secara keseluruhan dalam menanggulangi bencana, termasuk kekeringan seperti yang terjadi saat ini," ungkapnya.

    Tiga Kabupaten yang terdampak kekeringan parah di DIY di antaranya Kulon Progo, Gunung Kidul, dan sebagian wilayah Bantul. Kulon Progo, kata Eko, menjadi wilayah berstatus tanggap darurat bencana kekeringan.

    "Kami dapat banyak masukan dari rakyat. Salah satunya solusi penangan dan pencegahan kekeringan," jelasnya.

    Pihaknya pun merekomendasikan pembangunan fasilitas tempat penampungan air secara permanen. Selain mengimbau masyarakat tidak menebang pohon sembarangan, menghemat penggunaan air, dan meminimalisasi alih fungsi lahan dari hutan.

    "Kami juga merekomendasikan berdirinya sekretarit bersama relawan penanggulangan bencana untuk mempermudah koordinasi," imbuh Eko.

    Dalam kesempatan itu, Komisi A turut menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 20.000 liter. Hingga kini masih tersedia 300 tangki air bersih dari 1500 tangki air yang dianggarkan. Air bersih sebanyak 300 tangki itu akan segera disalurkan ke desa terdampak kekeringan yang belum pernah menerima bantuan.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id